Krucil Sembunyikan Senjata di Kos Teman
Perbuatan mereka mengarah ke tindakan kriminal dan mengakibatkan korban luka lebam, bacok, hingga kematian.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tindak kekerasan yang melibatkan remaja atau pelajar masih mewarnai Kota Yogyakarta. Tak sedikit pelajar yang bergabung dalam sebuah kelompok atau geng dan tak segan-segan menyerang kelompok atau sekolah lain.
Perbuatan mereka mengarah ke tindakan kriminal dan mengakibatkan korban luka lebam, bacok, hingga kematian.
Krucil (bukan nama sebanarnya) pelajar Kota Yogykarta yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA, kepada Tribun Jogja membeberkan alasannya ikut dalam satu geng sekolah. Sepak terjang Krucil dalam dunia perkelahian sudah dimulai sejak SMP.
Ajakan berkelahi dengan musuh didapatnya dari kakak kelasnya waktu itu. Ia sendiri semula tidak tahu alasan kedua kelompok saling bertarung. Hingga akhirnya kelas 2 SMP, ia memutuskan untuk benar-benar aktif dalam geng sekolahnya.
"Akhirnya inisiatif sendiri. Misalnya ada yang lewat depan sekolah mbleyer-mbleyer, kami kepancing lalu mengejar mereka yang menantang," ujarnya, Rabu (21/9/2016).
Agar kenakalan mereka tidak diketahui oleh guru, Krucil mengungkapkan bahwa ia dan temannya menyembunyikan senjata di kos teman atau rumah teman mereka yang berdekatan dengan sekolah. Senjata itu bisa berupa pentungan hingga senjata tajam.
Permusuhan itu akhirnya juga diwariskan pula ke adik kelasnya. Karena hal itu pula, ia harus selalu mengenakan jaket saat bepergian. Langkah itu dilakukan agar sekolah atau kelompok lain mengetahui jati diri ia bersekolah dari mana.
Selengkapnya, simak di edisi cetak Tribun Jogja, Senin (26/9/2016). (*)