Selama Pernikahan Adat Jawa Masih Ada, Usaha Selop Akan Terus Bertahan

Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 75 ribu hingga 250 ribu, tergantung bahan dan tingkat kesulitannya.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Santo Ari
Satu-satunya perajin selop di kecamatan Kraton, tepatnya di Mangunnegaran, KT II nomor 638 adalah Joko Semedi (49). 

Ia membeberkan bahwa sebulan bisa memproduksi 240 pasang selop pria, sedangkan untuk sepatu perempuan mencapai 20 pasang setiap minggunya.

"Yang rutin pesan itu dari Jakarta, Semarang, Bandung. Tapi kalau yang beli persatuan pernah melayani hampir dari seluruh Indonesia," tuturnya.

Meskipun saat ini pabrikan sepatu makin banyak, namun ia percaya dan akan terus menjalankan usaha yang selama ini bisa menghidupi keluarga dan membiayai anaknya hingga ke jenjang perkuliahan.

Ia menjelaskan bahwa perajin selop khususnya, yang ada di Yogyakarta bisa dihitung dengan tangan, kebanyakan orang hanya menjalankan usara reparasi saja. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved