Kakek Mardi Tewas Tragis! Ia Terbakar Hidup-hidup Bersama Burung Merpati Dagangannya

Saat dievakuasi, korban dalam posisi terlentang, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kepala terpisah dari badannya, tangan dan kaki kirinya patah

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Kondisi lokasi kebakaran, yang menjadi tempat Mardi ditemukan tewas, di pasar burung Sasana Kukila, Kota Magelang, pada Kamis (15/9/2016) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seorang kakek bernama Mardi (70), menjadi korban kebakaran yang melanda pasar burung Sasana Kukila, Kota Magelang, Rabu (14/9/2016) malam.

Sedikitnya, terdapat 16 kios burung dan dua warung makan, yang habis dilahap si jago merah.

Mardi sendiri merupakan seorang pedagang burung merpati yang dalam keseharian memang bermalam di kiosnya.

Praktis, disinyalir, ia tengah tertidur pulas ketika kobaran api memberangus tubuhnya beserta puluhan merpati yang menjadi komoditas dagangannya.

Disampaikan oleh Bripka Doni, personel Polres Magelang Kota, sekaligus saksi mata kejadian dan turut serta dalam proses evakuasi korban, bahwa titik kemunculan api bermula dari pasar bagian selatan.

Menurutnya, kebakaran terjadi pada kisaran pukul 21.15.

"Api belum terlalu besar, saya langsung berputar memberi info pada pedagang lain di Jalan Ikhlas untuk keluar dari kiosnya, karena takut api akan merembet. Selain itu, saya juga mendengar sekitar lima kali ledakan yang berasal dari lokasi kejadian," jelasnya.

Doni mengimbuhkan, kebakaran diketahuinya setelah mendengar suara dari sosok perempuan berkerudung, yang secara histeris berteriak bahwa suaminya berada dalam kobaran api tersebut.

Namun, hembusan angin yang kencang, membuat api begitu cepat menyebar.

Beberapa saat kemudian, barulah empat unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang dan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) datang ke lokasi kejadian.

Proses efakuasi pun langsung dilakukan, dengan dibantu aparat kepolisian dan warga sekitar.

"Saat dievakuasi, korban dalam posisi terlentang, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kepala terpisah dari badannya, tangan dan kaki kirinya patah," ungkap Doni.

Satu jam berselang, kobaran api baru berhasil dipadamkan. Korban tewas pun langsung dibawa menuju RSUD Tidar Magelang.

Sementara istri korban, Wartiyem (60), yang pada waktu kejadian tidak berada di lokasi, dibawa oleh petugas menuju Mapolsek Magelang Selatan untuk dimintai keterangan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved