Bagi Hewan Kurban dengan Keranjang Kreneng
Daging kurban di masjid itu dibagi menjadi beberapa bagian, selanjutnya dimasukkan dalam Keranjang Kreneng yang sebelumnya telah dilapisi daun jati.
Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan ibu-ibu tampak sibuk memotong daging hewan kurban menjadi beberapa bagian. Setelah daging diris kecil-kecil, daging itu lalu dimasukkan dalam Keranjang Kreneng sebelum dibagikan ke warga.
Tangan ibu-ibu itu begitu cekatan, dengan piawainya tangan mereka memotong daging hewan kurban di Masjid al-Furqon menjadi beberapa bagian.
Salah satu di antara ibu-ibu itu yakni Rejeb (53), warga asli Dusun Kalipucang, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul ini dengan telaten memotong daging.
Setelah daging kurban di masjid itu dibagi menjadi beberapa bagian, selanjutnya daging itu dimasukkan dalam Keranjang Kreneng yang sebelumnya telah dilapisi daun jati.
“Masing-masing bagian (Keranjang Kreneng) daging yang kami bagi beratnya 1,5 kilogram,” jelas Rejeb, Senin (12/9/2016).
Memang wadah yang digunakan pihak panitia di Masjid al-Furqon berbeda dengan yang lainnya. Bila biasanya daging hewan kurban dibagi ke warga dalam bentuk bungkusan plastik, lain hal dengan hewan kurban dari Masjid al-Furqon ini.
“Kalau Keranjang Kreneng yang kami siapkan ada 150 buah ukuran kecil, kalau yang besar ada 15 buah,” imbuhnya.
Penggunaan Keranjang Kreneng sebagai wadah daging memang tak lazim. Pasalnya keranjang jenis ini biasanya digunakan sebagai wadah buah-buahan macam salak.
Namun ditangan warga Kalipucang, keranjang jenis ini digunakan sebagai wadah daging hewan kurban.
Sebenarnya warga Kalipucang memang familiar dengan Keranjang Kreneng. Sedari dulu warga Kalipucang mahir dalam membuat keranjang ini.
Namun karena saat ini keranjang jenis ini tak banyak diminati masyarakat, hanya sebagian kecil warga Kalipucang yang masih bertahan dengan menjadikan Keranjang Kreneng sebagai mata pencaharian.
Terpisah Ketua Pelaksana Hewan Kurban Masjid al-Furqon, Abdul Syukur (38), mengatakan penggunaan Keranjang Kreneng sebagai wadah daging kurban sudah dipakai dua tahun belakangan ini.
Penggunaan Keranjang Kreneng sebagai wadah daging hewan kurban lanjut Abdul, sapaan karib Abdul Syukur, tak lain juga sebagai upaya warga untuk mengurangi sampah plastik.
Apalagi selama ini pembagian hewan kurban jamak menggunakan kantong plastik, padahal plastik adalah salah satu bahan yang tak ramah lingkungan.
“Ini juga langkah nyata kami untuk mengurangi penggunaan (kantong) plastik,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bungkus-daging-kurban_20160912_174516.jpg)