Setelah Sakit Baru Berhenti Merokok
Banyak perokok yang baru sadar untuk berhenti merokok ketika sudah menderita penyakit.
Penulis: app | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rokok merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Berbagai penyakit menjadi momok yang menakutkan bagi perokok, baik aktif maupun pasif.
Meskipun begitu, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok sampai saat ini masih kurang. Banyak perokok yang baru sadar untuk berhenti merokok ketika sudah menderita penyakit.
"Kebanyakan mereka datang untuk konsultasi setelah sakit," jelas dr Alissyah, penanggung jawab Konsultasi Berhenti Merokok di Puskesma Umbulharjo 1, Jalan Veteran, Yogyakarta, Selasa (30/8/2016).
Perokok yang menjalani konsultasi berhenti merokok di puskesmas, rata-rata memiliki usia yang sudah uzur.
"Yang muda jarang, rata-rata yang sudah tua. Mereka yang muda masih berpikir nggak merokok pun tetap mati dan sakit," jelasnya.
Paradigma tersebut harus dihilangkan dari pikiran para remaja. Kesadaran dan kemauan yang kuat dibutuhkan agar konsumsi rokok bisa ditekan. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rokok-mahal-ilustrasi_20160819_213858.jpg)