Sungaiku Halamanku

Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai pun seakan sudah mendarah daging di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.

Penulis: app | Editor: oda
tribunjogja/arfiansyah panji
Kondisi bantaran sungai Winongo dulu (atas) dan sekarang (bawah) kampung Ngampilan RW 01, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta, Sabtu (27/8/2016). 

Sarijo pun berharap, RHT di kampungnya tersebut bisa menjadi salah satu obyek wisata. Apalagi, menurutnya lokasi kampung Ngampilan strategis.

Selain terletak di tengah kota, kampung tersebut dekat dengan hotel-hotel yang sering menjadi tempat menginap para wisatawan asing.

Antisipasi Banjir

Banjir dengan siklus lima tahunan memang sering menimpa sungai Winongo. Sarijo menjelaskan, sekitar tiga tahun lalu pernah terjadi luapan sungai. Debit air yang banyak tidak dapat ditampung sungai yang menyempit karena sampah.

Dengan menjadikan sungai sebagai halaman, warga di sekitar bantaran sungai berharap banjir tidak lagi melanda. Tentunya dengan tetap selalu menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

"Kita harus menjaga sungai supaya banjir lima tahunan bisa berhenti," jelasnya.

Pembangunan yang dimulai empat bulan lalu tersebut merupakan program KOTAKU yaitu KOta TAnpa KUmuh oleh Bapedda. Dalam pelaksanaannya warga juga menjadi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Program tersebut mempunyai tujuan untuk wujudkan Yogyakarta 100 persen akses air minum, 0 persen luas kawasan kumuh perkotaan, dan 100 persen akses sanitasi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved