Sungaiku Halamanku
Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai pun seakan sudah mendarah daging di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.
Penulis: app | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama ini, sungai menjadi problem klasik di perkotaan. Kesadaran masyarakat yang kurang akan fungsi sungai, membuat sungai tidak berfungsi dengan semestinya.
Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai pun seakan sudah mendarah daging di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Slogan dan himbuan tampaknya sudah dianggap seperti angin lalu.
Namun, pemandangan berbeda tampak di bantaran sungai Winongo, Ngampilan RW 01, Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta.
Tidak terlihat kesan kumuh yang selama ini melekat seperti di berbagai bantaran sungai, terutama di Yogyakarta, Sabtu (27/8/2016).
Rumah warna-warni berderet rapi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru saja diresmikan oleh Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta pada Sabtu pagi tersebut tampak bersih.
Pagar oranye yang menjadi pembatas bantaran sungai tampak mencolok mata dengan warna oranye. Anak-anak pun menjadi lebih leluasa bermain karena disediakan fasilitas permainan.
Pemandangan tersebut kontras dengan image bantaran kali Winongo yang terdahulu. Rumah-rumah mayoritas membelakangi sungai, sehingga sungai hanya dijadikan pembuangan limbah rumah tangga.
Sekarang, sungai sudah menjadi halaman utama warga RW 01 Ngampilan.
"Kalau menjadi halaman, tentunya harus selalu bersih. Malu juga kalau halaman rumahnya tidak bersih," jelas Sarijo Ketua RW 01 Ngampilan.
Jadi Tempat Rekreasi
Meskipun baru diresmikan pada hari ini, namun RHT tersebut sudah lebih dulu difungsikan oleh warga. Selain aktivitas warga yang gemar memancing, anak-anak juga sering menghabiskan waktu bermainnya di bantaran sungai yang sudah tertata cantik tersebut.
"Senang sekarang bisa main disini, bisa mancing juga," kata Seto yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut.
Para warga yang beraktivitas di RHT pun tidak perlu khawatir jika merasa lapar. Rumah-rumah yang dulu kumuh, sekarang sudah menjadi rumah berderet dan menjajakan berbagai minuman dan makanan.
"Dampak ekonominya lumayan besar. Dulu rumah biasa sekarang menjadi warung untuk mendukung rekreasi," jelas Sarijo yang juga meghuni rumah deret tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kondisi-bantaran-sungai-winongo_20160828_142132.jpg)