Aktris Ini Berguru pada Expert

Eka Nusa Pertiwi sebagai seorang aktris selalu merekam dan masukkan ke dalam memori ingatan untuk dijadikan sebuah pelajaran penting bagi aktingnya.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Dokpri.
Eka Nusa Pertiwi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -Setiap sutradara punya cara berbeda-beda dalam mengekspresikan karyanya dan berkolaborasi dengan aktor dan aktrisnya.

Eka Nusa Pertiwi sebagai seorang aktris selalu merekam dan masukkan ke dalam memori ingatan untuk dijadikan sebuah pelajaran penting bagi aktingnya maupun karya-karyanya.

Eka berkesempatan untuk berakting dalam film garapan Garin Nugroho di film berjudul ‘Mata Tertutup’. Bagi Eka, Garin terkenal sebagai sutradara yang senang membuat pemainnya deg-degan, karena keunikan beliau saat menyutradarai film.

Film ‘Mata Tertutup’ contohnya, film itu tanpa naskah, dan aktor diberikan treatment, soal dialog aktornya cari sendiri.

”Nah di sini tantangan yang menarik bagiku. Mas Garin itu selalu membuat challenge yang unik sehingga buat aku yang masih belajar ini paham, sampai di mana kita bisa melampaui diri kita bahkan ego kita,” aku peraih Actress Monologue Favorite Yogyakarta pada tahun 2009 ini.

Berbeda halnya dengan Nurman Hakim yang sangat terkonsep. Nurman memberikan kepercayaan kepada Eka saat memerankan tokoh downsindrome bernama Dee dalam film ‘The Window’.

Keterlibatan sang sutradara sangat membantu Eka dalam mendalami karakter downsindrome dengan bertukar referensi film yang ada tokoh downsindrome-nya dan sharing tentang karakternya.

”Sebagai sutradara dia sangat open mind dan ketika kami sharing beliau memposisikan dirinya sebagai teman bukan sutradara,” kenang wania kelahiran 1 November 1990 ini.

Pengalaman menarik juga dialaminya dengan sutradara Yusron Fuadi yang meyutradarai Film Tengkorak. Proses pembuatan Film Tengkorak terbilang cukup lama, sejak tahun 2014 hingga saat ini tim masih shooting.

Menurutnya, Yusron adalah pribadi yang cerdas dan telaten dalam mengajarkan teknis pembuatan film ke semua kru yang tidak pernah belajar mengenai teknis film.

Berkat semangat dan ketelatenan tersebut, kini kru juga melampaui kemampuan yang selama ini mereka miliki.

Sementara untuk mengasah akting, Eka berguru pada Rukman Rosadi dan Besar Widodo. Bahkan tidak jarang, pembelajaran justru datang dari kritikan-kritikan.

Eka mengaku, selama ini Rukman Rosadi hampir tidak pernah memuji aktingnya, dan bahkan dalam setiap latihan Rukman selalu melihat kekurangannya dalam berakting.

Dari situlah Eka merasa tidak pernah puas dengan apa yang didapatkan dalam akting dan memacu untuk terus dan terus belajar mengalahkan ego serta mengendalikan diri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved