Motor Pria Ini Dirampas, Korban Melawan Tapi Dibacok

Rudi hanya bisa terbaring lemah di bangsal Anggrek RSUD Wates. Sejumlah perban terlihat menutupi lukanya di bagian kepala, leher dan punggungnya.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Aksi perampasan sepeda motor disertai pembacokan menimpa warga Sukoreno Kecamatan Sentolo, Rudi Setiawan (16), Rabu (24/8/2016) dinihari.

Mengalami luka bacok pada kepala dan badannya, Rudi kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.

Ditemui di RSUD, Rudi hanya bisa terbaring lemah di bangsal Anggrek RSUD Wates. Sejumlah perban terlihat menutupi lukanya di bagian kepala, leher dan punggungnya.

Orang tua korban, Sumiran, mengatakan baru mengetahui anaknya menjadi korban perampasan ketika pagi tiba. "Saya dikabari polisi. Katanya dia ngojek dan motornya dirampas dan dibacok," ujar Sumiran, di RSUD Wates, Rabu.

Selain mengalami luka bacok, korban juga kehilangan sepeda motornya, Honda Astrea Grand AB 3520 EC. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, Selasa malam korban bersama temannya, Edi Herman, berada di Alun-alun Wates hingga tengah malam.

Pukul 00.00, saat itu seseorang menghampirinya dan meminta diantar ke Gunung Gajah Teganing II Desa Hargotirto Kecamatan Kokap.

Rudi pun bersedia dengan kesepakatan harga antar. Dinihari itu Rudi mengantar orang tak dikenal tersebut menggunakan sepeda motornya. Namun tanpa dugaannya ada seorang lain yang membuntutinya berkendara sepeda motor Mio.

Begitu sampai di jalanan wilayah Gunung Gajah, tiba-tiba seorang yang diboncengnya bersama seorang lainnya berusaha merebut sepeda motornya.

Berusaha melakukan perlawanan, pelaku ternyata mengayunkan senjata tajam dan mengenai kepala belakang sisi kiri, leher depan, dan punggung kiri bawah.

Korban tak berdaya, pelaku membawakabur sepeda motor dan meninggalkan Rudi di jalanan sepi wilayah Gunung Gajah tersebut. Malang, korban berusaha berteriak minta tolong namun tak satu pun warga mendengar karena di lokasi sepi penduduk.

Sejak kejadian dinihari, korban baru ditemukan warga di jalanan itu ketika pagi tiba, sekitar pukul 06.30. Warga setempat langsung melarikan Rudi ke RSUD Wates untuk penanganan lanjut.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Anton, ketika hendak dikonfirmasi terkait kejadian ini justru sempat membentak seorang wartawan lalu menutup dan mengunci pintu ruangannya.

Sudah menunggu beberapa waktu, konfirmasi media akhirnya direspon KBO Reskrim Polres Kulonprogo, Iptu Joko Nugroho. Dia membenarkan telah terjadi perampasan disertai pembacokan. Setelah kejadian, jajarannya mulai melakukan penyelidikan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved