Warga Terus Tuntut Perusahaan Tambang Perbaiki Jalan
Sejak tiga perusahaan tambang batu andesit beroperasi melalui jalan di desa itu, akses jalan sepanjang lebih dari 2,5 kilometer rusak.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Menyusul masalah kerusakan jalan akibat armada tambang batu di wilayah Blubuk, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih juga menuntut perusahaan tambang di wilayah mereka untuk melakukan perbaikan jalan.
Pasalnya, sejak tiga perusahaan tambang batu andesit beroperasi melalui jalan di desa itu, akses jalan sepanjang lebih dari 2,5 kilometer tersebut mengalami kerusakan cukup parah.
Pantauan di lapangan, sebagian ruas jalan yang semula beraspal kini telah mengelupas dan cukup terjal. Beberapa ruas lainnya bahkan terlihat berbatu dan penuh lubang.
Secara keseluruhan, jalan sepanjang wilayah tiga pedukuhan di desa itu jauh dari kondisi baik atau rusak cukup parah.
Dukuh Gondangan Desa Sidomulyo, Sutriono, mengatakan di wilayah itu setidaknya terdapat tiga lokasi penambangan batu.
Disebutkan, perusahaan tambang yang beroperasi adalah PT Ellyta Karya Pratama, PT Dewata Bumi Nusantara, dan PT Mineral Daya Gemilang.
"Tuntutan warga adalah soal akses jalan. Selain karena mengalami kerusakan, saat ini jalan yang ada masih kurang lebar dan belum ideal," kata Sutriono, ketika ditemui di lokasi tambang wilayah itu, Kamis (28/7/2016).
Dia mengatakan mediasi dan pertemuan dengan pihak tiga perusahaan tambang sudah dilakukan. Sesuai kesepakatan, perusahaan tersebut akan melakukan perbaikan sesuai tuntutan warga.
Sutriono mengatakan perusahaan tambang sepakat untuk perbaikan dengan skala prioritas yaitu sepanjang 250 meter dan melakukan cor beton dalam waktu tiga bulan mulai 30 Juli - 30 September 2016.
"Sementara prioritasnya itu. Tuntutan warga yang sudah disepakati berupa perbaikan jalan keseluruhan, membuat jalan selebar enam meter, memperbaiki bahu jalan kanan dan kiri masing-masing satu meter," lanjutnya.
Sutriono menegaskan sebenarnya antara warga dan perusahaan tidak ada masalah serius.
Namun masalah kerusakan jalan itu perlu menjadi perhatian sehingga antara dua pihak sama-sama dapat bekerja dan beraktivitas dengan nyaman.
"Hanya soal akses jalan. Kalau diperbaiki kan sama-sama enak," ujarnya.
Masalah kerusakan jalan akibat armada tambang batu tersebut juga menjadi perhatian Pemkab Kulonprogo. Pantauan di lapangan, kepala DPU dan perwakilan dari Disperindag dan ESDM, Dishubkominfo, serta Camat Pengasih dan Kapolsek Pengasih bersama Danramil juga melakukan peninjauan lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/unjuk-rasa-jalan-rusak_20160530_173300.jpg)