Garin Nugroho Tunggu Keputusan Joint

Saat disinggung mengenai komunikasi yang dijalin dengan PDI Perjuangan (PDIP), Garin pun mengatakan hal tersebut wajar.

Penulis: mrf | Editor: oda
tribunjogja/khaerurreza
Garin Nugroho saat berada di UGM Yogyakarta, Minggu (3/4/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Bakal Calon Wali Kota (Cawalkot) Yogyakarta yang diusung Jogja Independent (Joint), Garin Nugroho mengaku baru akan membicarakan kesempatan maju menjadi Cawalkot dengan kendaraan partai politik seusai Joint memberi keputusan resmi.

Seperti diketahui hingga saat ini, Joint baru dapat mengumpulkan 3.918 KTP, masih jauh dari syarat yang ditetapkan KPU untuk maju sebagai Cawalkot sebanyak 26.374 KTP dukungan.

Sebelumnya, Joint menarget dapat mengumpulkan 45 ribu KTP dukungan.

“Belum akan maju (menjalin komunikasi intensif dengan Parpol) sebelum ada keputusan resmi dari Joint,” kata Garin, Rabu (20/7/2016).

Saat disinggung mengenai komunikasi yang dijalin dengan PDI Perjuangan (PDIP), Garin pun mengatakan hal tersebut wajar.

Sebab menurut sineas kawakan tersebut, petinggi partai banteng moncong putih yang diajaknya berkomunikasi adalah teman-temannya.

“Berkomunikasi dengan rekan-rekan di PDIP bagi saya adalah hal yang wajar. Karena mereka teman-teman saya,” ucapnya.

Koordinator Sekretariat Joint, Yustina Neni tak mempermasalahkan jika Garin memilih partai politik sebagai kendaraan untuk maju sebagai Cawalkot.

Sebab Garin memiliki hak untuk dipinang partai. Namun dia keberatan jika Joint dianggap tak bertanggungjawab.

“Saya kembalikan pada aturan KPU saja, syarat independen itu berat. Mengumpulkan 28 ribu KTP itu susah, coba kalau syarat jumlah dukungan KTP-nya 100 saja,” jelas Neni.

Dia menambahkan, KPU semestinya membuat jumlah syarat dukungan tak memberatkan calon perseorangan, dan penilaian calon perseorangan diserahkan pada masyarakat dengan debat calon.

Jika demikian, maka pemimpin yang memiliki kualitas bagus tidak kalah di awal.

“Kalau debat calon dilakukan, perhatian masyarakat akan fokus ke situ. Pasti gayeng, dan tidak ada calon pemimpin bagus yang kalah sebelum bertanding,” katanya.

Relawan Arif Nurcahyo-Laretna Adishakti, Agus Supriyo optimistis dapat mengumpulkan 26.374 KTP yang disyaratkan KPU dalam waktu tiga pekan ke depan. Hingga saat ini, pihaknya telah mengumpulkan 17 ribu KTP atau sudah 70 persen dari yang disyaratkan.

“Kami masih mempunyai waktu tiga minggu, dan optimis bisa mengumpulkan batas minimal KTP dukungan. Melihat kinerja relawan saat ini sangat baik,” ujar Agus. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved