Perbasasi Pilih Mundur dari PON

Pengurus sudah tidak bisa berbuat banyak untuk mencari dana guna membayar kontribusi atlet softball dan baseball yang akan ikut dalam PON.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oda
tribunjogja/dwinourmahandito
Pemain Baseball DIY berlatih dengan alat ala kadarnya di lapangan Softball UNY belum lama ini, Baseball adalah salah satu cabang olahraga (Cabor) yang lolos ke PON Jabar 2016. Minimnya dana dari pemerintah membuat cabor memutar otak untuk mendapatkan dana agar latihan bisa tetap berjalan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim softball dan baseball DIY akhirnya harus menelan pil pahit setelah pengurus Perbasasi memutuskan untuk mundur dari gelaran PON 2016 di Jawa Barat.

Ketiadaan dana untuk membayar kompensasi atlit menjadi alasan utama bagi pengurus untuk mengundurkan diri dari ajang empat tahunan tersebut.

Pelatih Kepala tim Baseball DIY Rumpis Agus Sudarko mengatakan keputusan untuk mundur dari PON ditetapkan setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan ketua umum Perbasasi DIY pada Senin (20/6/2016) malam.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus sudah tidak bisa berbuat banyak untuk mencari dana guna membayar kontribusi atlet softball dan baseball yang akan ikut dalam PON.

“Kita sudah putuskan untuk mundur dari PON,” katanya, Selasa (21/6/2016).

Dalam PON di Jawa Barat akan akan diselenggarakan September mendatang, rencananya DIY akan mengirimkan satu tim softball yang terdiri dari 15 atlet dan satu tim baseball dengan jumlah atlet 18 orang.

Seluruh atlet yang akan tampil tersebut merupakan atlet mandiri sehingga pembayaran kontribusi kepada PB PON hanya ditanggung separo oleh KONI.

Menurut Rumpis, pihaknya bersama pengurus Perbasasi DIY sudah berusaha maksimal untuk mencari dana guna membayar kontribusi yang dibebankan kepada atlet mandiri.

Hanya saja, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena hingga batas akhir pembayaran belum bisa mengumpulkan anggaran sesuai dengan yang ditetapkan.

Selain kendala itu, Perbasasi juga tidak mendapatkan bantuan pembayaran kontribusi dari masing-masing KONI daerah dan kota seperti cabang olahraga lainnya. Hal itu mempersulita pengurus untuk memenuhi kewajiban sehingga memutuskan untuk mundur.

Di sisi lain, Perbasasi juga kesulitan anggaran untuk memenuhi kebutuhan peralatan para pemain. Padahal, untuk tampil dalam PON diperlukan peralatan yang memadahi.

“Kita sebenarnya berat hati memutuskan untuk mundur dari PON. Kita tidak tega melihat semangat para pemain yang sudah berlatih secara maksimal,”ucapnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved