Inovasi Smart-Tech Bracelet, Alat untuk Bantu Pencarian Korban
Lima mahasiswa UGM kembangkan alat berupa gelang yang mampu melacak dan menandai lokasi korban. Gelang pintar itu diberi nama Smart-Tech Bracelet.
Penulis: una | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus kecelakaan pesawat, hilangnya jamaah saat melakukan umroh, atau hilangnya orang ketika sedang melakukan travelling seringkali terkendala dalam proses pencarian.
Praktik yang selama ini dilakukan oleh tim pencari adalah pencarian korban dengan mata telanjang atau dengan menggunakan alat lainnya yang memiliki batas jarak.
Proses tersebut tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama dan menghabiskan banyak sumber daya. Risiko keadaan yang lebih parah pun tentunya menjadi konsekuensi ketika proses pencarian memakan waktu yang panjang.
Melihat kenyataan tersebut, lima mahasiswa UGM kembangkan alat berupa gelang yang mampu melacak dan menandai lokasi korban. Gelang pintar tersebut diberi nama Smart-Tech Bracelet.
Mereka adalah Bruno Fandi Adi Pratama, Anindar Naufal Adila, Alwy Herfian Satriatama, Tri Yunianta, serta Nisa Amertha Edriyani.
“Gelang ini untuk memudahkan tim sar mencari korban. Kami menciptakan dua alat Smart tech dan gelangnya. Jika untuk penggunaan di pesawat, sebelum penumpang memasuki pesawat atau pesawat belum terbang maka gelangnya akan dipakai ditangan dari penumpang,” ujar Alwy.
Alwy pun menambahkan bahwa ketika pesawat terbang gelangnya akan non aktif tetapi ketika pesawat jatuh ke dalam laut secara otomatis gelang akan aktif. Kemudian untuk smart tech atau pencarinya akan diletakkan di helikopter pencari.
Jadi ketika ada penumpang jatuh mengambang di laut maka alat akan aktif secara otomatis, dan akan mentransmit sinyal ke udara yang kemudian akan ditangkap oleh helikopter yang dipasangi alat tersebut.
Untuk tingkat kecepatan dalam proses pencarian korban, Alwy mengaku bahwa lamanya proses pencarian dengan alat buatan mereka dapat lebih cepat satu bulan.
Pertama kali deteksi korban akan ditampilkan dan muncul di smart tech yang kemudian akan di-translate oleh awak dari helikopter di google maps atau aplikasi lainnya yang lebih canggih yang dimiliki tim. Dan Alwy menjelaskan bahwa tim mereka telah mencocokan koordinat nya sama persis.
“Perangkat GPS Tracker yang ada dalam alat ini akan secara otomatis mengirimkan data lokasi pada perangkat penerima jika pesawat jatuh dan secara bersamaan mengirimkan sinyal pinger yang mampu mengirimkan sinyal lebih jauh dan lebih mampu menembus benda padat daripada sinyal lain,” ujar Bruno.
Tingkat akurasinya alat tersebut dikatakan oleh tim hingga mencapai 20 meter persegi. Dan alat tersebut dapat memancarkan kurang lebih 3 hari secara continue.
Dengan smart tech bracelet, pihaknya mengaku tak perlu melibatkan banyak kendaraan untuk mencari korban.
Jika biasanya menggunakan beberapa kapal, helikopter, dan transportasi lainnya untuk mencari korban maka dengan alatnya dapat melibatkan 5 helikopter yang masing-masing diberi alat pencari.
Ke depannya, smart tech bracelet akan dibuat dalam water resistant agar dapat berfungsi dalam air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mahasiswa-ugm-inovasikan-smart-tech-bracelet_20160616_215238.jpg)