Hari Bikin Busur Panahnya Sendiri

Hari, sapaannya, kini mampu membikin peralatan memanahnya sendiri dan produknya bahkan sudah kerapkali dipesan oleh konsumen dari luar Jawa.

Tribun Jogja/Singgih Wahyu
Pengunjung Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman menjajal alat panah bikinan Masykur Ashari belum lama ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hobi bisa menjadi peluang usaha jika dilakukan dengan sepenuh hati.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh Masykur Ashari, warga Plumbon Lor, Mororejo, Kecamatan Tempel yang menggeluti usaha produksi perlengkapan olahraga panahan (archery).

Hari, sapaannya, kini mampu membikin peralatan memanahnya sendiri dan produknya bahkan sudah kerapkali dipesan oleh konsumen dari luar Jawa.

Usaha yang digeluti Masykur bermula dua tahun lalu, ketika ia berinisiatif membuat alat panahan sendiri mengingat harga alat serupa di pasaran cukup mahal.

Mengecap pahitnya kegagalan berkali-kali tak membuatnya putus asa. Berbagai cara dilakukan hingga ia akhirnya bisa menemukan komposisi kelenturan busur panah dan anak panah yang tepat.

Hari lalu membawanya untuk berlatih di lapangan dekat rumahnya.

“Sewaktu latihan, ada orang tertarik dengan busur jenis recurve bikinan saya dan minta dibuatkan. Sejak itu, saya coba menseriusi produksi busur panah," kata Hari, Minggu (29/5/2016).

Dirinya saat ini mampu memproduksi sembilan macam jenis busur panah yang dikerjakan secara manual.

Di antaranya untuk kelas profesional seperti jenis recurve, yakni take down bow, classic, american classic bow, dan jenis compound bow.

Adapula jenis tradisional seperti horsebow, snake horsebow, dan gendewa jemparingan. Beberapa jenis di antaranya sempat dipamerkan dalam Pameran Pembangunan Daerah (PPD) yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman di Lapangan Denggung.

Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan busur antara lain jenis kayu jati, bambu petung, sono keling, maupun kayu nangka.

Kayu tersebut memiliki karakter kuat namun ringan. Produksi dilakukan Hari berdasarkan pesanan dari pelanggan di berbagai daerah.

Antara lain Bekasi, Bogor, Purwokerto, Jember, hingga Papua. Harga satu unit busur panah berkisar Rp250 ribu hingga satu juta rupiah. Adapun jenis alat panah yang paling banyak diminati adalah busur jenis compound.

”Jenis compound setahu saya di Indonesia belum ada yang memproduksi. Bahannya dari material besi dan ada roda untuk mengatur tali. Di luaran, harganya paling murah Rp3 juta tapi saya hanya menjualnya Rp1 juta saja," ungkap produsen busur panah Omega Archery ini. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved