Miras Oplosan Mematikan

Miras Oplosan Berasal dari Satu Sumber, Bahan Racikan Masih Misteri

Saat aparat Polres Bantul mendatangi kediaman Udik, ternyata yang bersangkutan sudah tak ada di tempat. Dan sekarang dalam proses pengejaran.

Penulis: usm | Editor: oda
tribunjogja/usmanhadi
Barang bukti 81 botol miras oplosan ukuran 600 mili liter dari tangan Feriyanto. Feriyanto, warga Banguntapan yang diamankan kepolisian karena diduga menjual miras oplosan yang menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia, Minggu (15/5/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, ternyata diketahui bahwa miras oplosan yang dijual Feriyanto dan Slamet Winangsih berasal dari sumber yang sama, yakni dari Udik warga Kasongan, Kasihan.

"Feriyanto membeli miras oplosan dari Udik per botol ukuran 600 mili liter harganya Rp.12.000, lalu sama Feri untuk satu botol dijual dengan harga Rp.15.000," papar Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno, Minggu (15/5/2016).

Saat aparat Polres Bantul mendatangi kediaman Udik, ternyata yang bersangkutan sudah tak ada di tempat. Dan sekarang Udik masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian.

"Menurut keterangan Feriyanto, yang meracik (miras oplosan) itu Udik. Jadi dia hanya menjual saja," ungkapnya.

Pihak kepolisian berhasil menyita 81 botol miras oplosan ukuran 600 mili liter dari tangan Feriyanto.

Adapun Feriyanto sendiri diamankan kepolisian di kediamannya, di Dusun Kranginan, RT 09, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul.

 Atas perkara ini, kini Feriyanto terancam hukuman lima tahun penjara. Dengan dijerat 204 KUHP dan atau Pasal 137 UU 18 tahun 2012 tentang pangan.

Sementara untuk Slamet Winangsih, yang bersangkutan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Untuk bahan miras oplosannya dari apa, kami belum tahu, karena masih perlu pengecekan di laboratorium. Tapi sekilas kalau dilihat, bahanya kayak ada araknya, sementara ciu-nya sepertinya malah enggak ada," jelas Suharno.

Delapan Orang Meninggal dan Lima Masih Perawatan

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun. Selain meninggal dunia, korban miras oplosan lainnya yang berjumlah lima orang masih dalam proses perawatan di sejumlah rumah sakit.

Setidaknya dapat diketahui dua korban masih dirawat di Rumah Sakit Bathesda, dua korban dirawat di Rumah Sakit Jogja, dan satu korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Nur Hidayah.

"Kalau korban yang dirawat di RS Bathesda itu warga Banguntapan, saya kurang tahu apakah dia pindahan dari RS Wirosaban atau bukan. Karena yang tercatat di Polsek Banguntapan jumlah korban di sini (Banguntapan) cuma ada tiga," tutup Suharno.

Selain itu, sedikitnya delapan orang warga Bantul meninggal karena menengguk miras jenis oplosan tersebut.

Ke delapan korban itu tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya di Banguntapan, Sewon, Piyungan, dan Pleret.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved