WTT Nyatakan Siap Tolak Bandara Kulonprogo dengan Cara Apapun
Tim appraisal akan melakukan entri dan olah data untuk menentukan nilai tanah dan aset warga terdampak.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ketua Tim Appraisal dari KJPP MBPRU Yogyakarta, Uswatun Khasanah, mengatakan survey dan pencocokan lahan terdampak bandara baru Kulonprogo di wilayah Kecamatan Temon, telah selesai.
Selanjutnya, tim appraisal akan melakukan entri dan olah data untuk menentukan nilai tanah dan aset warga terdampak.
Menurutnya, dalam proses survey dan pencocokan data tersebut tim appraisal menemukan adanya penambahan jumlah bidang hingga ratusan.
Jika semula berdasarkan data BPN tercatat 3.444 bidang lahan terdampak, hasil survey tim appraisal ternyata menjadi 4.300 bidang.
"Penambahan ini karena PAG yang semula dihitung satu bidang, saat pencocokan kami pecah sesuai jumlah petani penggarap. Jadi ada penambahan jumlah bidang," kata Uswatun, Jumat (13/5/2016).
Kini, menurutnya, tugas tim appraisal di lapangan sudah selesai. Selanjutnya, tim appraisal akan melakukan entri dan olah data. Meski demikian, mengingat adanya penambahan jumlah bidang, maka tim appraisal akan mengoordinasikan hal itu ke BPN.
Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT), Martono, menyatakan warga penolak bandara tidak akan mengajukan gugatan ke pengadilan.
Pasalnya, berdasarkan pengalaman warga sudah menganggap urusan dengan pengadilan tidak akan ada gunanya.
Namun yang jelas, menurutnya, warga akan tetap menolak bandara apapun caranya.
"Kami tidak akan ke pengadilan. Kami akan melakukannya dengan tetap bertani saja," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wtt-ricuh_1205_20160512_195711.jpg)