Festival Penjor Candi Borobudur Lestarikan Seni Dekorasi Tradisional

Ratusan hiasan dari janur kuning atau penjor menghiasi kompleks Candi Borobudur, Minggu (17/4/2016).

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Ratusan hiasan dari janur kuning atau penjor menghiasi kompleks Candi Borobudur, Minggu (17/4/2016). Pemasangan penjor yang dikemas sebagai festival penjor tersebut untuk menyemarakkan pertemuan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Forum Humas BUMN. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ratusan hiasan dari janur kuning atau penjor menghiasi kompleks Candi Borobudur, Minggu (17/4/2016).

Pemandangan ini mengingatkan sebuah dekorasi untuk pernikahan, ungkapan syukur dan juga penanda adanya hajatan. Namun, apa yang terjadi di Borobudur yang dihiasi banyak penjor ini?

Cuaca di Candi Borobudur cukup cerah, langit membiru dengan sedikit awan membuat candi terlihat megah.

Sementara, ratusan penjor itu berdiri dan menghiasi concourse Hotel Manohara, taman Asokbya, hingga halaman sekitar candi yang dibangun pada abad 7 hingga 8 Masehi ini.

Sejumlah wisatawan yang melintas pun terlihat tertarik dengan keunikan kreasi daun kelapa muda ini. Ada yang berbentuk bulat, dilipat-lipat, hingga dianyam cukup apik.

Memang tidak muluk-muluk, pemasangan penjor yang dikemas sebagai festival penjor tersebut untuk menyemarakkan pertemuan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Forum Humas BUMN.

“Bukan hanya untuk menyemarakkan kegiatan ini semata. Namun, ini adalah cara untuk melestarikan dekorasi tradisional ini agar tidak hilang,” jelas Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Aryono Hendro, Minggu (17/4/2016).

Aryono mengatakan, kegiatan Festival Penjor tersebut dalam rangkaian Munas ke-9 Forum Humas BUMN. Pembuatan dilakukan oleh para warga dari 20 desa di sekitar Candi Borobudur yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan.

Adapun, dia menyebut, jumlah penjor ada 100, 20 kembar mayang, tuwuhan dan pajekan.

Pembuatan penjor ini dilaksanakan oleh 20 kelompok yang tersebar di 20 desa yang telah mengikuti pelatihan pembuatan penjor.

Kemudian, hasil dari pelatihan tersebut ditampilkan dan dilihat sekitar 300 peserta Munas ke-9 Forum Humas BUMN.

Muhdi, salah satu peserta pelatihan, mengaku cukup senang bisa membuat penjor yang dipergunakan untuk menghias kompleks Candi Borobudur.

Warga Bumen Jelapan, Karangrejo, Borobudur mengaku kelompoknya yang terdiri dari empat orang diminta untuk membuat 8 penjor.

“Penjor yang sudah jadi dihargai Rp150 ribu, uang itu nanti dibagi bersama,” kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved