Kesulitan Mengungkap Sindikat Narkoba
Kesulitan mengungkap sindikat narkoba yang lebih besar karena selama ini modus yang digunakan masih didominasi sistem putus.
Penulis: Santo Ari | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda DIY selama ini berupaya untuk memberantas peredaran narkoba sampai ke akarnya. Usaha untuk pemberantasan itu saat ini dilaksanakan secara terpusat dengan sandi Operasi Bersinar (berantas sindikat narkoba).
Belum lama ini Direktur Narkoba Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan mengatakan Yogyakarta sudah menjadi pasar potensial bagi para pengedar narkotika.
Dalam operasi narkoba pada Februari kemarin saja, Polda DIY berhasil menangkap pengedar dan menyita sebanyak 50 kilogram ganja, jumlah tersebut menandakan Yogyakarta kini telah dimasuki bandar besar.
Banyaknya pengguna di Yogyakarta membuat para pengedar berbisnis di sini. Sementara para pengguna narkotika terbanyak masih dari golongan mahasiswa.
Masuk minggu ketiga operasi bersinar Polda DIY beserta jajaran tingkat Polres dan Polsek telah mengungkap 39 kasus dengan jumlah tersangka 58 orang.
Untuk klasifikasinya, 12 orang terdata sebagi pemakai atau pecandu dan pengedarnya berjumlah 46 orang.
Sedangkan dari segi pekerjaan tersangka masih didominasi mahasiswa sebanyak 30 persen, selebihnya dari kalangan pekerka swasta dan wiraswasta.
Kendati dinamakan Berantas Sindikat Narkoba, Polda DIY selama ini belum berkesempatan sampai ke ranah sindikat.
Wakil Direktur Narkoba Polda DIY AKBP J Permadi Wibowo mengatakan sindikat haruslah lengkap dari yang memiliki dana, penyetok atau bandar, pengedar, sampai peletak barang.
Kesulitan mengungkap sindikat narkoba yang lebih besar karena selama ini modus yang digunakan masih didominasi sistem putus.
Sistem putus ini adalah pengguna narkoba membeli dengan sms ke pengedar tanpa tahu siapa yang dihubungi.
Setelah itu ia akan melakukan transfer ke rekening yang ditunjuk dan berakhir dengan turun alamat di mana narkoba itu diletakkan.
"Sejauh ini memang belum kami dapatkan. Ini kendalanya karena mereka membeli secara terputus dan sulit untuk mengungkap di atasnya,"jelasnya.
Banyaknya modus sistem terputus ini menyulitkan kepolisian untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.
Dari puluhan kasus yang telah diungkap dalam operasi bersinar kali ini, tak lebih dari lima kasus yang mengunakan modus transaksi dengan bertemu pengedar secara langsung atau face to face. (tribunjogja.com)