Inilah Keterangan Polisi terkait Dua Mayat di Hotel Kawasan Pantai Parangtritis
Terkait dengan penyebab kematian dua mayat di Hotel Widodo, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUP dr. Sardjito.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Penemuan mayat perempuan dewasa dan balita perempuan di hotel yang beralamat di Mancingan XI Rt.6 Rw4 Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Kapolres Bantul AKBP Dadiyo, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kedua mayat tersebut dilaporkan telah menginap di Hotel Widodo sejak Rabu (6/4/2016) malam.
Sama seperti keterangan Saiful, perempuan dan bayi yang ditemukan meninggal datang dengan seorang pria.
"Pada Rabu malam itu, mereka bertiga datang menggunakan mobil berplat nomor H," jelas Kapolres, Selasa (12/4/2016)..
Saat menginap di Hotel Widodo, mereka sering keluar. Terakhir masuk hotel setelah bepergian yakni pada malam minggu. Saat itu mereka tidak menggunakan mobil, melainkan diantar taksi.
Masih menurut Kapolres, pada Minggu malam beberapa saksi masih rombongan yang diduga satu keluarga ini masih main-main di lingkungan hotel.
Terkait dengan penyebab kematian dua mayat di Hotel Widodo, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUP dr. Sardjito.
"Di dalam kamar tidak ditemukan identitas sama sekali. Kami hanya menemukan dua handphone, itu pun memory card dan sim card nya sudah tidak ada," kata Kapolres.
Ditambahkan Kapolsek Kretek, selain handphone, di kamar nomor 8 delapan tersebut memang ditemukan botol baygon dan juga pisau. Tetapi di badan kedua mayat tidak ditemukan bekas luka senjata tajam.
Senin sore sebelum ditemukannya dua mayat di hotel Widodo, seorang warga bernama Sukiman (53) melihat sesok pria yang terapung tersapu ombak di pantai Parangendok.
Kuat dugaan pria tersebut ada kaitanya dengan penemuan mayat di Hotel Widodo. "Saat melihat ada orang terapung tersebut saya langsung minta bantuan, dan saya menduga dia sudah tidak selamat," ujar Sukirman.
Karena laporan tersebut, beberapa saat setelah penemuan mayat, Sukirman diminta untuk mencocokan rekaman video yang memperlihatkan pria yang menginap bersama kedua mayat, dengan orang yang dilihatnya tersapu ombak.
"Orang yang saya lihat di Parangendok cocok dengan yang ada di CCTV hotel," ujar Sukiman.
Sebelum terapung, Sukiman melihat pria yang dijelaskanya memiliki ciri-ciri sedikit tambun, berambut hitam, mengenakan sendal jepit coklat, berkaos putih, terlihat sengaja menuju tengah laut.
Dari kejauhan Sukiman melihat pria tersebut tertawa sendiri dan sesekali membasuh wajahnya. Sekitar lima ombak cukup besar menerjang pria tersebut yang akhirnya membuatnya "ngambang".
"Saya memprediksi orang ini sengaja bunuh diri," tambahnya.