Banjir, Talud Irigasi Ambrol Lima Meter
Saluran irigasi di wilayah Dusun Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, ambrol setinggi lima meter.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hujan deras yang mengguyur lereng Merapi membuat saluran irigasi di wilayah Dusun Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, ambrol setinggi lima meter, Selasa (12/4/2016).
Hal ini lantaran, talud tersebut tidak bisa menampung aliran air yang bertambah debitnya.
“Hujan yang terjadi kurang lebih selama 1 jam tersebut menyebabkan beberapa aliran sungai di wilayah Kecamatan Dukun terjadi banjir. Sementara talud irigasi tidak kuat menahan aliran air dan akhirnya ambrol,” ujar Marsudi warga setempat.
Marsudi menjelaskan, seharusnya saluran irigasi tersebut dibuat permanen agar saluaran lebih kuat dan bisa menampung air yang deras apabila terjadi hujan.
Saluran irigasi yang ambrol akibat tergerus banjir ini, merupakan sarana pengairan yang sangat vital.
Karena, irigasi tersebut merupakan satu-satunya saluran irigasi yang dipergunakan untuk mengairi lahan pertanian warga Dusun Gendungan Desa Kalibening.
Menyikapi hal ini, Babinsa Kalibening Koramil 15/ Dukun melaksanakan pendampingan karya bhakti perbaikan saluran irigasi di Dusun Gendungan Desa Kalibening, Selasa (12/4/2016)
Serma Eka Widiyanta dan PPL Kalibening Prasetyo pada saat mendampingi pengerjaan saluran irigasi mengatakan, saluran irigasi yang berada di wilayah Desa Kalibening ke depan akan dibuat permanen.
Hal ini, agar bisa menampung debet air sehingga bisa mengairi areal persawahan.
“Untuk mendukung itu semua diperlukan kerja sama semua pihak agar proses pembangunan saluran irigasi bisa segera dulaksanakan, diperlukan musyawarah semua warga yang memanfaatkan saluran irigasi tersebut,” paparnya. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/talud-ambrol_20160413_053658.jpg)