Ada Dugaan Pelanggaran Pidana dalam Kasus Siyono

Misteri kematian Siyono, terduga teroris asal Klaten Jawa Tengah terus bergulir.

Ada Dugaan Pelanggaran Pidana dalam Kasus Siyono
Tribun Jogja/ Khaerur Reza
Tim Advokasi Kemanusiaan saat memberikan keterangan dalam konferensi pers yang digelar di Pusham UII Jeruklegi, Banguntapan, Bantul, Rabu (13/4/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Misteri kematian Siyono, terduga teroris asal Klaten Jawa Tengah terus bergulir.

Tim Advokasi Kemanusiaan mengatakan kasus ini sudah bukan hanya berada pada ranah etik pelanggaran oleh personel Densus 88, namun sudah mengarah ke arah pidana.

Anggota Tim, Dr Trisno Raharjo, mengatakan ada pelanggaran pidana serius dalam penangkapan Siyono. Apalagi belakangan disebutkan status Siyono ditingkatkan dari teduga teroris menjadi tersangka teroris.

Status tersebut jelas tertera dalam surat panggilan dari Div Propam Polri kepada ayah Siyono, Mardiyo, untuk meminta ketetangan pada Selasa (12/4/2016).

"Kalau sebelumnya Polri mengatakan status Siyono adalah terduga teroris tapi entah sejak kapan dalam surat yang diterima ayahnya status Siyono sudah menjadi tersangka," ujarnya dalam kenferensi pers yang digelar di Pusham UII ,Jeruklegi Banguntapan, Bantul, Rabu (13/4/2016).

Dalam hukum acara pidana disebutkan bahwa ada 3 tempat dimana aparat dilakukan penangkapan yaitu gedung parlemen saat sedang sidang, persidangan saat sedang sidang dan tempat ibadah saat berlangsung ibadah.

Sementara Siyono diketahui ditangkap di musala di kampungnya saat masih melakukan zikir seusai menjalankan ibadah salat.

"Mereka (Densus 88) masuk saat dia zikir masuk nggak bawa surat pula. Ini sudah pelanggaran hukum acara pidana, karena dia statusnya sudah tersangka," jelas pria yang juga menjabat Dekan FH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

"Kami berharap pihak kepolisian selesaikan secara terbuka dan transparan, etiknya selesaikan lali penyelidikan dinaikkan jadi pidana," tambahnya. (*)

Penulis: khr
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved