Lima Candi di Yogyakarta Yang Wajib Dikunjungi
Sebenarnya selain Candi Borobudur dan Prambanan, Yogyakarta memiliki masih banyak candi lagi tak kalah indah dan megah.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
5. Candi Sari
Candi Sari
Secara administratif candi Sari terletak di Desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Diperkiraan candi ini dibangun pada abad ke- 8 masehi hampir bersamaan dengan masa pembangunan Candi Kalasan.
Hal tersebut didasarkan pada beberapa persamaan baik dari segi arsitektur maupun relief di kedua candi. Candi Sari merupakan salah satu candi yang unik dari sisi arsitektur, yakni menampakan bangunan bertingkat.
Candi ini kembali ditemukan dalam kondisi rusak yang cukup parah pada tahun 1840.
Pada tahun 1929 Candi Sari untuk pertama kalinya dipugar meski dalam kondisi tidak sempurna.
Pada pemumgaran pertama tersebut bagian selasar sekeliling bangunan, bagian pada pintu masuk, serta stupa atap tidak terpasang utuh karen sisa-sisanya telah hilang.
Candi Sari memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 17,3 x 10 meter dengn konstruksi bertingkat. Tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah sampai puncak stupa adalah 17 - 18 meter.
Candi Sari diperkirakan bangunan bertingkat dua atau bahkan tiga.
Lantai atas dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan, sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti belajar-mengajar, berdiskusi, dan kegiatan lainya.
Di dalam candi terdapat tiga ruangan berjajar yang masing-masing berukuran 3,48 m x 5,80 m. Kamar tengah dan kedua kamar lainnya dihubungkan oleh pintu dan jendela.
Di dalam ruangan tersebut terdapat relung-relung di mana dulunya tempat untuk meletakan arca Budha diapit Bodhisatwa. Diperkirakan dulunya lantai atas dan lantai bawah dipisahkan dengan lantai kayu.
Lantai dan bagian bangunan yang terbuat dari kayu sekarang sudah tidak ada, tetapi pada dinding masih terlihat lubang-lubang bekas tempat menancapkan balok penyangga.
Di dinding bilik yang paling selatan didapati batu-batu yang dipahat menyerong, yang berfungsi sebagai penyangga ujung tangga yang terbuat dari kayu.
Pada dinding luar candi dipahatkan relief-relief Bodhisatwa sejumlah 38 buah, yakni 8 di sisi timur, 8 sisi selatan, dan 14 sisi barat. Relief-relief tersebut digambarkan berdiri dengan memegang bunha teratai.
Sedangkan pada sisi kanan dan kiri masing-masing jendel dipahatkan mahkluk kayangan berwujud kinara dan kinari yakni mahluk bertubuh burung dengan kepala manusia.
Atap candi berbentuk persegi datar dengan hiasan tiga buah relung di masing-masing sisi. Bingkai relung juga dihiasi dengan pahatan sulur-suluran dan di atas ambang relung juga dihiasi dengan Kalamakara.
Puncak candi berupa deretan stupa, yang terdiri atas sebuah stupa di setiap sudut dan sebuah di pertengahan sisi atap. (tribunjogja.com)