Lima Candi di Yogyakarta Yang Wajib Dikunjungi
Sebenarnya selain Candi Borobudur dan Prambanan, Yogyakarta memiliki masih banyak candi lagi tak kalah indah dan megah.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
1. Candi Ijo
Terletak di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta
Terletak di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta. Dari ketinggian itu, sudah terbayang keindahan panorama perbukitan.
Disebut Candi Ijo karena candi yang dibangun sekitar abad ke-9 itu dibangun di sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Penyebutan nama desa Ijo pertama kalinya disebut di dalam Prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi.
Dalam prasati tersebut ditulis tentang seorang hadirin upacara yang berasal dari desa Wuang Hijau. Jika benar demikian maka nama Ijo setidaknya telah berumur 1100 tahun hingga tahun 2006 yang lalu.
Kompleks candi Ijo merupakan komplek percandian yang berteras-teras yang semakin meninggi ke belakang yakni sisi timur dengan bagian belakang sebagai pusat percandian.
Teras pertama merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Sedangkan bangunan pada teras teratas berupa pagar keliling dan delapan buah lingga patok.
Di teras terakhir ini pula candi utama berdiri lengkap dengan tiga candi perwara. Pada candi utama terdapat sebuah bilik dengan Lingga-Yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati.
Sementara, bagi penyuka wisata alam, candi merupakan tempat yang direkomendasikan. Dari segala penjuru mata angin, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Yogyakarta lengkap dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi.
Jika beruntung, pengunjung dapat melihat pemandangan pesawat terbang yang sedang landing di landasan Bandara Adisutjipto di sebelah barat.
Panorama sunset juga menjadi magnet tersendiri bagi pelancong untuk kembali mengunjungi Candi Ijo.