Cuaca Ekstrim Diprediksi Sampai April

Pembentukan awan saat pancaroba berpotensi membentuk awan cumulonimbus yang disertai petir. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga April.

Penulis: ang | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca BMKG Yogyakarta, Joko Budiyono mengatakan saat ini Pulau Jawa dan Sumatera sedang masuk pada fase Madden Julian Oscillation (MJO).

Dampak dari MJO memungkin meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

"Kondisi ini dipengaruhi peningkatan suhu muka laut di sisi selatan laut Jawa. Sehingga banyak muncul penguapan yang mengakibatkan terbentuknya awan hujan," kata dia, Minggu (27/3/2016).

Menurutnya pembentukan awan saat pancaroba berpotensi membentuk awan cumulonimbus yang disertai petir. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga April mendatang.

"Dengan prediksi Mei sudah memasuki musim kemarau. Memang ada kecenderungan terjadi cuaca ekstrim saat masa pancaroba. Termasuk terjadinya sambaran petir," ungkapnya.

Joko menjelaskan sambaran petir tersebut dimungkinkan mencapai permukaan tanah, mengingat posisi awan cumulonimbus berada di ketinggian di bawah 2.000 meter.

Ada kecenderungan awan ini mengalami pertumbuhan secara vertikal.

"Wilayah lereng pegunungan yang paling berpotensi. Karena letaknya yang semakin tinggi," katanya menjelaskan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved