Pedagang Pasar Kuliner Belut Godean Keluhkan Sepinya Lapak
Kondisi tersebut lantaran adanya tambahan bangunan gazebo di antara deretan lapak pedagang yang berbentuk leter U.
Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tata bangunan Pasar Kuliner Belut Godean dinilai kurang representatif. Pasalnya dengan tata bangunan saat ini, justru membuat pusat olahan belut di Godean ini sepi.
Seorang pedagang, Suprihatin (40) mengatakan Pasar Kuliner Belut ini kurang diminati lantaran pengunjung sulit memakir kendaraannya. Terutama bus-bus pariwisata yang menjadi andalan bagi pedagang.
"Pemasukan paling banyak dari wisatawan yang berbelanja oleh-oleh. Tapi dengan tata bangunan saat ini, bus-bus pariwisata enggan masuk ke sini karena sulit parkir," ungkapnya, Kamis (24/3/2016).
Kondisi tersebut lantaran adanya tambahan bangunan gazebo di antara deretan lapak pedagang yang berbentuk leter U.
Dengan adanya bangunan tambahan tersebut, bus pariwisata ukuran besar kesulitan parkir dan memutar.
"Sedangkan kalau diparkir di jalan konblok (di sisi timur lapak) tidak memungkinkan karena akses ke perkampungan. Jika diparkir di situ, masyarakat keberatan," paparnya.
Bangunan gazebo tersebut ada sekitar setahun belakangan. Hingga saat ini gazebo tersebut hanya dimanfaatkan untuk acara tertentu.
Selengkapnya simak di halaman 5 Tribun Jogja edisi Jumat (25/3/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-belut_20160324_204837.jpg)