Dinkes Minta Waspada Penyakit Leptospirosis
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta segera melayangkan surat edaran kewaspadaan terhadap leptospirosis atau penyakit kencing tikus
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pascabanjir besar yang melanda Kota Yogyakarta, khususnya pada wilayah bantaran Kali Code, Gajahwong, dan Winongo, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta segera melayangkan surat edaran kewaspadaan terhadap leptospirosis atau penyakit kencing tikus kepada puskesmas yang wilayahnya terkena banjir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Fita Yulia Kisworini, menuturkan, surat edaran tersebut merupakan instruksi untuk waspada terhadap potensi penyebaran penyakit kencing tikus atau leptospirosis, karena berpotensi menyebar melalui air seni tikus yang dibawa banjir.
"Kami sudah sebarkan surat edaran untuk Puskesmas, yang selanjutnya disampaikan kepada masyarakat agar mewaspadai potensi penyakit kencing tikus pada wilayahnya yang terpapar banjir," ujar Fita, Rabu (16/3).
Fita memaparkan, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit kencing tikus adalah seperti gejala panas tinggi, dan nyeri otot yang sudah dirasakan hingga betis kaki.
Sedangkan untuk wilayah penyebarannya ialah pada area lembab.
Ia mengatakan, air seni tikus yang mengandung bakteri leptospira bisa bertahan hingga beberapa hari pada lahan yang basah tersebut. Namun jika daerah yang lembab terpapar sinar matahari, maka bakterinya akan langsung mati.
"Untuk itu, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, agar keadaanya tidak lembab, sehingga tidak menjadi sarang penyebaran penyakit," ujar Fita. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-leptospirosis_1303.jpg)