Gerhana Matahari Total
Kata Dokter Mata, Begini Cara Teraman Lihat Gerhana
Silahkan keluar rumah dan menikmati gerhana matahari. Namun ingat, gunakan cara yang aman dan jangan melihat dengan mata telanjang ke objek gerhana
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerhana matahari adalah fenomena langka yang perlu waktu puluhan tahun untuk bisa menyaksikannya.
Hal tersebut yang membuat dokter spesialis mata, Muhammad Bayu Sasongko mengimbau masyarakat untuk tidak takut menikmati gerhana matahari yang merupakan fenomena alam bersejarah.
"Silahkan keluar rumah dan menikmati gerhana matahari. Namun ingat, gunakan cara yang aman dan jangan melihat dengan mata telanjang ke objek gerhana," tegasnya di Rumah Sakit Mata Dr YAP, Senin (7/3/2016).
Mengutip rekomendasi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), American Academy of Ophtalmology, dan Australian Society of Ophthalmologist, Bayu mengatakan cara paling aman untuk melihat gerhana matahari adalah dengan melihat secara tidak langsung. Baik itu melalui televisi maupun proyeksi yang dilakukan di planetarium.
"Cara lainnya dengan menggunakan pinhole sederhan yang terbuat dari dua kertas putih, yang salah satunya dilubangi di bagian tengahnya," jelasnya.
Sementara itu, NASA menyatakan fenomena alam tersebut aman diamati menggunakan teleskop atau kamera yang disertai filter matahari khusus yang mengandung alumunium chrom.
Para pengamat yang sudah berpengalaman menggunakan klise film hitam putih (harus hitam putih) yang sudah terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama sehingga mengandung banyak deposit alumunium.
Selain itu, dapat juga menggunakan kacamata Welder nomor 14, yaitu kacamata yang didesain khusus dengan filter yang dapat melindungi mata dari radiasi cahaya ultraviolet. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/video-nonton-gerhana_20160306_140228.jpg)