Lupus, Boim & Gusur Bertandang ke Yogya
Banyak remaja kala itu mengidolakan sosok Lupus yang tak lepas dari dua sahabat gokilnya Boim dan Gusur.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masih ingat tokoh Lupus dalam novel fiksi karya Hilam Hariwijaya ? Tokoh ini sempat menjadi kiblat pergaulan di eranya akhir tahun 1980 hingga tahun 1990-an.
Banyak remaja kala itu mengidolakan sosok Lupus yang tak lepas dari dua sahabat gokilnya Boim dan Gusur.
Kira-kira 30 tahun sudah tokoh Lupus turut menyemarakkan cerita pop fiksi tanah air. Untuk mengobati kerinduan penggemar tokoh Lupus yang sempat dibuat film layar lebar dan diserialkan di televisi ini, Rumah Kreatif Lupus bekerjasama dengan Tirana Art Management, didukung oleh Yayasan SAHaLA (Sahabat Asia Bianglala) mempersembahkan: LUPUS BARU.
SAVE LUPUS! The Project
LUPUS BARU untuk Indonesia akan menggelar meet and graet menghadirkan Hilman Hariwijaya sebagai penulis novel Lupus, Sudiyanto sebagai pemeran Boim dan Gusur Adhikarya sebagai pemeran Gusur dalam serial televisi Lupus.
Melalu siaran rilis yang diterima Tribun Jogja dari Tirana Art Management, acara meet and great akan digelar hari ini (Sabtu, 27/2/16) di Student Hall Kampus 1 Sanata Dharma (Mrican) Yogyakarta mulai pukul 15.30 WIB.
Novel Lupus sendiri pertama diterbitkan pada tahun 1986. Melalui LUPUS BARU, Hilman Hariwijaya, Gusur dan Boim melakukan seleksi atas ide-ide kreatif dari generasi sekarang untuk menghadirkan LUPUS kembali sesuai dengan kondisi terkini.
Apakah LUPUS masih mengunyah permen karet? Atau masih dengan model rambutnya yang berjambul. Masih bersekolah di SMA Merah Putih?. LUPUS BARU Tidak hanya diselenggarakan di Yogyakarta, tetapi juga akan menyusul di Jakarta dan Bandung .
Tujuan diadakannya acara ini untuk menghidupkan Lupus kembali sebagai “trend setter” yang membawa isu-isu publik dengan gaya dan karakter yang khas dan ringan juga untuk menggerakkan penulis-penulis muda potensial sebagai penulis“LUPUS BARU”.
LUPUS BARU dan Penulis-penulis baru
LUPUS BARU akan muncul dalam berbagai format; novel, komik, musik, online series, komik strip online, cerita anak, dll. Bukan Hilman Hariwijaya lagi yang menulis, namun penulis-penulis baru yang ditangkap dari hasil seleksi, kemudian dibimbing melalui serangkaian kegiatan workshop.
Proses kreatif menghadirkan LUPUS BARU akan disupervisi oleh Hilman Hariwijaya, sang penulis awal Lupus, bersama dua sahabatnya; Gusur Adhikarya dan Boim Lebon.
Mengapa Hilman merelakan Lupus muncul kembali dalam cerita baru dan bukan lagi ditulis olehnya sendiri?
“Saat Lupus diterima publik dan menjadi trend setter, saat itulah saya sadar bahwa Lupus adalah milik generasi mudah Indonesia. Bukan eksklusif milik saya. Saya ingin Lupus tetap hadir, menjadi inspirasi dan ikut berperan membangun bangsa. Karena itu, saya kembalikan Lupus kepada generasi muda Indonesia, untuk dihidupkan kembali sesuai dengan jamannya”, ujar Hilman.
Kandidat penulis LUPUS BARU dijaring melalui ajang pencarian bakat. Peminat mengirimkan ide-idenya dalam bentuk tulisan pendek tentang Lupus yang menjadi imajinasinya. Sejak pendaftaran dibuka 1 bulan lalu, ada ratusan karya yang masuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/meet-greet-lupus_20160227_100959.jpg)