Anggaran Pusat Senilai Rp 64 Miliar Disiapkan untuk Bedah Perbukitan Menoreh
Pemkab tahun ini bakal mulai mengoneksikan megaproyek tersebut dengan pengembangan potensi lokal
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Rencana pembangunan infrastruktur jalan membedah perbukitan Menoreh, mulai dari perbatasan Magelang hingga menembus kawasan bandara baru Kulonprogo, mendapat sokongan dana pusat senilai Rp 64 miliar.
Dengan anggaran sebesar itu, Pemkab tahun ini bakal mulai mengoneksikan megaproyek tersebut dengan pengembangan potensi lokal yang bahkan berdampak bagi daerah tetangga.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengatakan anggaran dari pemerintah pusat tersebut dikucurkan tahun ini, setelah sebelumnya mengajukan senilai Rp 100 miliar.
Menurutnya, daerah memang mendapat kesempatan mengajukan usulan anggaran untuk pembangunan jalan.
"Kebetulan di sini akan digunakan untuk mengoneksikan bandara dengan Borobudur melalui program bedah menoreh," kata Hasto, Selasa (9/2/2016).
Menurutnya, upaya menghubungkan bandara baru dengan wilayah Magelang juga sesuai dengan harapan Wakil Presiden.
Dalam kunjungan beberapa waktu lalu, Jusuf Kalla menyinggung pentingnya konektivitas akses jalan dari bandara menuju wilayah Jawa Tengah di sisi utara.
Hasto pun sepakat bahwa kondisi jalan di wilayah perbukitan menoreh sejauh ini memang kurang mendapat perhatian. Sementara akses utama ke arah Yogyakarta jelas menjadi perhatian dari pusat dan pemda DIY.
Sebab itu, konektivitas dengan wilayah Magelang atau dari Kulonprogo ke arah utara perlu untuk disambungkan.
"Dari Kulonprogo ke Borobudur kan belum ada yang perhatikan. Jadi anggaran ini akan dialokasikan ke sana, Bedah Menoreh," jelasnya.
Anggota Badan Anggaran DPR RI, Sukamta, di sela-sela kunjungannya ke Kulonprogo pekan kemarin, mengatakan rencana pembangunan bandara di Kulonprogo memang menjadi prioritas.
Selain itu, jika kemudian keberadaan bandara dilengkapi akses jalan yang mendukung, maka pertumbuhan ekonomi sekitarnya pun akan semakin baik.
Pasalnya, keberadaan bandara sebenarnya memang menjadi pendongkrak ekonomi wilayah DIY. Selain melalui konsep airport city, keberadaannya juga dapat menarik pertumbuhan ekonomi sekitarnya.
"Jangan lupa, masyarakat sekitar juga harus mendapat manfaatnya," katanya.
Anggota DPR RI ini juga mengatakan akan mengawal penganggaran di pusat untuk bandara baru.
Meski melibatkan investor dalam pembangunan bandara, menurutnya, peran APBN juga besar terutama dalam pembangunan runway. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bandara_1008_20150810_174239.jpg)