Fenomena Virus Zika
Virus Zika Disebut Tak Separah DBD
Manifestasi klinis akibat serangan virus zika pun tidak separah demam berdarah yang bisa mengakibatkan kematian.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap virus zika. Virus zika yang menyerang masyarakat Amerika Latin belum jelas identifikasinya di Indonesia.
Hal tersebut diutarakan Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, dr Tri Wibawa PhD Sp Mk, ketika ditemui di Departemen Mikrobiologi FK UGM, Selasa (2/2/2016).
“Perlu dikaji dulu apakah virus zika yang ada di Indonesia sama atau tidak dengan virus yang ada di Amerika Latin. Selain itu, perlu dikonfirmasi lagi apakah kejadian mikrosefalus di Kolombia memang disebabkan oleh virus zika ini. Di Indonesia yang berbahaya adalah serangan demam berdarah,” paparnya.
Menurutnya, virus zika yang ditemukan di Indonesia bisa saja berbeda dengan yang ada di Amerika Latin. Karenanya masyarakat tidak perlu khawatir terhadap virus ini.
Manifestasi klinis akibat serangan virus zika pun tidak separah demam berdarah yang bisa mengakibatkan kematian.
“Dari laporan terdahulu serangan virus ini tidak menyebabkan kematian. Gejalanya ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri persendian, terkadang disertai dengan muncul ruam-ruam merah dan peradangan pada mata,” jelasnya.
Meskipun begitu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi menghindarkan diri dari zika yang ditularkan melalui nyamuk tersebut. Satu diantaranya dengan melakukan gerakan 3M untuk pemberantasan sarang nyamuk.
“Hindari vektornya yaitu nyamuk aides aegypti agar tidak berkembang dalam jumlah banyak dan menyebabkan kerugian pada masyarakat. Pencegahan bisa dilakukan seperti pada kasus DBD,” tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-zika_20160202_235431.jpg)