BREAKING NEWS : Kasus Daging Sapi Bercampur Babi Juga Muncul di Wonosari
Warga diimbau lebih berhati-hati dan selektif jika membeli daging di pasaran.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Setelah muncul di Kabupaten Bantul, kasus daging sapi yang dicampur dengan babi muncul di wilayah Gunungkidul.
Untuk itu, warga diimbau lebih berhati-hati dan selektif jika membeli daging di pasaran.
Campuran daging sapi dan babi ini diketahui setelah Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPBPTDK) DIY melakukan uji sampel pada akhir 2015 lalu.
Dari hasil pengujian, petugas menemukan sembilan lokasi yang menggunakan daging campuran.
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Krisna Berlian, yang dikonfirmasi kasus daging sapi bercampur babi oleh wartawan mengakui tentang hasil laboratorium tersebut.
Menurutnya, dinas sudah melakukan koordinasi dengan BPBPTDK untuk mencari tahu pihak mana saja yang nakal menjual daging campuran.
“Kita akan tindaklanjuti temuan itu,” katanya, Senin (25/1/2016).
Untuk mencegah kasus yang sama, menurut Krisna pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap penjualan daging di Gunungkidul.
Pihak-pihak yang melakukan praktik nakal akan diberi sanksi sehingga bisa membuat jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Selain itu, nantinya dinas juga akan melakukan pembinaan terhadap para pedagang daging yang ada di Gunungkidul. “ Kita serius untuk telusuri kasus ini. Pembinaan juga akan kita lakukan supaya mereka ( penjual daging campuran) berbuat curang,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sapi-campur-babi_20160125_175811.jpg)