Selamat dengan Luka Bakar 99%, Perusahaan Justru Ingin Karyawannya Ini Meninggal
Sejak ia mengalami kecelakaan kerja, tak pernah sekalipun direktur perusahaan tempatnya bekerja menjenguk dirinya di rumah sakit
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Adapun sejak bantuan biaya itu berhenti, pihak keluarga berupaya keras mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit yang tak sedikit.
Supaya pengobatannya bisa dilanjutkan, pihak keluarga setidaknya harus menyediakan uang sekitar Rp 63 juta. Selain itu mereka juga masih berhutang sekitar Rp 189 juta.
Setelah kisah ini terungkap, pihak perusahaan akhirnya mencari cara untuk melanjutkan bantuan biaya pengobatan.
Akan tetapi pihak rumah sakit yang menangani Yuan mengatakan bahwa perusahaan telah bertindak sangat bodoh.
"Itu sangat tidak bijaksana untuk menunda pembayaran. Jika bisa dibayar segera, tentu saja pengobatannya juga akan semakin cepat dan Yuan bisa pulih secepatnya juga. Sehingga mereka sebenarnya tidak perlu mengeluarkan lebih banyak uang lagi untuk biaya perawatan jika Yuan sudah pulih," papar seorang dokter di Quanzhou 180 Hospital. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kecelakaan-kerja_2301_20160123_190910.jpg)