Soto Tercampur Daging Babi Bikin Gempar
Dia berdalih tidak mengetahui adanya campuran daging babi dalam bahan baku yang digunakan untuk sotonya.
Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
"Dalam rangka perlindungan konsumen, pemeriksaan sampel memang dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali," ujarnya.
Adanya campuran daging babi dalam produk olahan sapi merupakan pemalsuan baik sengaja ataupun tidak disebut melanggar UU tentang Keamanan Pangan Asal Hewan.
Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dispertahut Bantul, drh Witanta mengungkapkan pelaku pencampur daging sapi dengan babi sebetulnya hanyalah pelaku lama.
Dalam catatannya, warung soto yang dikenakan teguran itu sudah tiga kali ketahuan tercampur daging babi.
"Dia sudah lama jualan seperti itu, pernah berpindah-pindah tapi kumat lagi," paparnya.
Pada pedagang bakso yang juga dikenai teguran ternyata keluarganya juga pernah terkena kasus serupa. Teguran sebagai pembinaan pada pelaku memang selalu dilakukan jika ditemukan olahan daging halal yang mengandung babi.
"Boleh sebetulnya jual (makanan) daging babi, asal jujur (terang-terangan), kalau ini kan pemalsuan," ungkapnya. (*)
Selengkapnya simak di halaman 5 Tribun Jogja edisi Sabtu (23/1/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/soto-marjukisdfhbdshjf_20160122_115054.jpg)