Soto Tercampur Daging Babi Bikin Gempar

Dia berdalih tidak mengetahui adanya campuran daging babi dalam bahan baku yang digunakan untuk sotonya.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
Warung Soto Marjuki 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Masyarakat Bantul dihebohkan dengan surat peringatan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul yang beredar viral di sosial media, mengenai olahan soto sapi di Bantul yang tercampur daging babi.

Surat tersebut ditujukan untuk pemilik warung 'Soto Marjuki'.

Warung itu tutup saat Tribun Jogja menyambanginya di Jalan Parangtritis Km 4, Panggungharjo, Sewon, Jumat (22/1/2016).
Marzuki (57) sang pemilik mengaku sudah menerima surat tersebut. Dia akan menemui dinas terkait.

"Sementara hari ini (kemarin) tutup dulu. Mau ke Dinas Pertanian dan Kehutanan memperjelas surat kemarin," katanya.

Marzuki mengaku kaget dengan surat peringatan yang dia terima. Menurutnya, tes dari dinas memang sudah dilakukan sekitar dua bulan lalu.

Namun dia berdalih tidak mengetahui adanya campuran daging babi dalam bahan baku yang digunakan untuk sotonya.

Daging itu didapat dari pemasok di Patangpuluhan, Yogya. "Saya tidak tahu kalau ada campuran (babinya)," tuturnya.

Dengan teguran dari Dispertahut tersebut, Marzuki mengungkapkan akan segera mengurus berbagai perizinan dan juga label halal agar usahanya tetap berjalan.

Dia juga memastikan akan segera membuka usahanya kembali dengan memastikan kehalalannya.

"Jelas nanti akan ganti penjual dagingnya," ujar pria asal Gunungkidul ini.

Dalam surat teguran yang ditandatangi Kepala Dispertahut Bantul, Partogi Dame Pakpahan itu, memang menyebut positif ada campuran daging babi dalam sampel yang diambil dari warung tersebut pada 10 Oktober 2015. 

Kepala Dispertahut Bantul, Partogi Dame Pakpahan membenarkan adanya surat kepada pemilik "Soto Marjuki" tersebut, bahkan menurutnya teguran juga diberikan pada seorang pengerajin bakso daging, Muji asal Srandakan.

Sampel dari keduanya dinyatakan poitif mengandung daging babi dari 38 sampel lainnya yang dikumpulkan.

Sampel tersebut telah diperiksa dalam laboratorium bekerjasama dengan Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan DIY.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved