Mahasiswa Kaltim Berharap Statusnya Jadi Mahasiswa Reguler

Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) melakukan pertemuan dengan mahasiswa ISI dari Program Kemitraan Provinsi Kalimantan Timur angkatan 2012

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) melakukan pertemuan dengan mahasiswa ISI dari Program Kemitraan Provinsi Kalimantan Timur angkatan 2012.

Para mahasiswa mengeluhkan perubahan status mereka dari mahasiswa reguler menjadi mahasiswa nonreguler.

Hal tersebut berdampak pada perubahan uang kuliah yang merujuk pada Uang Kuliah Tunggal (UKT), di Ruang Pertemuan 1 Gedung Rektorat Lantai 3, Kamis (21/1/2016).

Pertemuan yang juga menghadirkan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY tersebut menginformasikan sosialisasi revisi SK sekaligus menampung aspirasi mahasiswa, tentang harapan mereka kepada pihak ISI, yakni dikembalikan ke status reguler.

Mahasiswa meminta pengenaan tarif kuliah yang tidak membebani, dengan mengeluarkan sebagian living cost mereka selama di DIY. Hal tersebut disampaikan Budhi Masthuri, Kepala ORI Perwakilan DIY.

"SK ini keliru karena harusnya UKT diberlakukan untuk mahasiswa angkatan 2013 ke atas. Sementara mahasiswa Kaltim ini merupakan mahasiswa angkatan 2012 yang tak perlu dikenakan UKT. Hal tersebut yang akan direvisi," lanjutnya.

Sementara itu, dari pihak ISI, yang diwakili Prof Dr I Wayan Dana SST MHum selaku Wakil Rektor I ISI Yogyakarta menyatakan bahwa dari awal sudah ada penjelasan dengan pihak Pemda Prov Kaltim.

"Kami sudah menjelaskan mengapa mereka dimasukkan ke reguler saat itu karena jumlah kuota untuk pendidikan nonreguler tidak mencukupi, terutama untuk Tari, Etno dan Kriya. Namun sekarang skemanya sudah siap. Sebelumnya, kami dan pihak Pemda sudah ada komitmen terkait itu. Hanya saja kami tidak tahu sejauh mana obrolan yang berlangsung dengan mahasiswa sehingga mahasiswa menuntut kita terkait perubahan status dari reguler menjadi nonreguler," beber Wayan. (tribunjogja.com)

Penulis: kur
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved