Tribun Opini
Kami Tidak Takut Terorisme
Pada era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, dunia maya menjadi sarana empuk untuk membangun wacana.
Hendra Kurniawan Mpd
Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM - Hanya beberapa jam pascaaksi teror ledakan bom dan serangan bersenjata yang terjadi Kamis (14/1/2016), di Jakarta, muncul berbagai reaksi menarik di kalangan masyarakat.
Pada era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, dunia maya menjadi sarana empuk untuk membangun wacana.
Topik pertama yang mencuat dalam menanggapi teror yakni hastag #PrayforJakarta maupun #PrayforIndonesia yang bermakna mendalam namun begitu mainstream, karena hampir semua tragedi memunculkan hastag sejenis.
Belum lama sebelum di dekat Mal Sarinah, Jakarta, itu aksi teror juga terjadi di Paris, Prancis.
Memakan korban jiwa jauh lebih banyak dari teror di Jakarta. Kala itu juga muncul hastag #PrayforParis.
Hampir semua pengguna media sosial memasang status bernada sama yang pada intinya menyatakan kedukaan, rasa simpati, sekaligus ajakan untuk berdoa bagi para korban.
Di Indonesia, imbauan pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu takut, ditanggapi positif. Jangan sampai ketakutan membuat masyarakat kalah menghadapi aksi para teroris.
Tujuan utama dari aksi teror adalah menebar ancaman dan ketakutan di tengah masyarakat. Maka, bila masyarakat senantiasa dihantui rasa takut dan kekhawatiran, justru mendukung keberhasilan aksi teror.
Akibatnya muncul respon dari para pengguna internet yang dengan kreativitasnya membuat meme-meme lucu dan hastag-hastag penuh rasa optimistis.
Salah satunya hastag #KamiTidakTakut yang sukses menjadi trending topik di Indonesia. Para netizen juga mengungkapkan ekspresi keberaniannya dengan berbagai cara, entah melalui status, banyolan, dan gerakan bersama yang mengajak masyarakat melawan terorisme.
Aksi-aksi teror selama ini menimbulkan banyak kerugian. Tak hanya korban jiwa maupun harta benda, namun juga memengaruhi stabilitas nasional.
Bangkitnya keberanian masyarakat untuk melawan terorisme sekarang, berhasil mencegah keterpurukan politik dan ekonomi negara yang bisa saja terjadi.
Kejadian di dekat Sarinah tentu bukan yang pertama. Jauh sebelumnya sudah terjadi peristiwa bom Bali, bom Kuningan, (Jakarta), berbagai aksi di Solo, Jateng, dan lainnya. Tetapi kini kesadaran masyarakat melawan terorisme tampak semakin kuat.
Musuh bersama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/opini_1801_20160118_205719.jpg)