Sleman Kekurangan Ratusan Guru
Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, pada jenjang SD terdapat kekurangan hingga 673 guru.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Di awal 2016, sekolah di Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga pengajar atau guru. Kekurangan terbanyak terjadi pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, pada jenjang SD terdapat kekurangan hingga 673 guru.
Jumlah tersebut terdiri dari 415 guru kelas, 170 guru pendidikan jasmani (penjas), dan 88 guru pelajaran agama Islam (PAI).
Kekurangan guru juga terjadi di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), di antaranya enam guru pelajaran Kewarganegaraan (PKn), lima guru Bimbingan Konseling (BK), delapan guru Penjas, dan empat guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono mengatakan kekurangan 696 guru dan tenaga pengajar tersebut saat ini diampu oleh guru honorer.
Atas kekurangan tersebut, pihaknya mengusulkan adanya pengangkatan status guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Di tahun ini kami mengajukan formasi pengangkatan PNS untuk formasi guru kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Sleman,” katanya, Minggu (17/1/2016).
Menurutnya kebutuhan guru tersebut sangat mendesak, mengingat banyaknya jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Sleman. Yakni 379 unit SD negeri dan 54 unit SMP negeri.
“Pengusulan dilakukan berdasarkan kebutuhan di daerah. Namun bagaimanapun, pengangkatan PNS merupakan kewenangan pusat,” ungkapnya.
Adapun dalam pengusulannya, Disdikpora Sleman mengajukan nama-nama yang tercatat sebagai guru honorer. “Harapannya dengan adanya pengangkatan di tahun ini, kekurangan guru dapat ditekan,” ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/guru_2708_20150927_125513.jpg)