Clurit dan Pisau Diamankan Petugas
Razia yang dimulai jelang tengah malam hingga Minggu (17/1/2016) dinihari tersebut melibatkan 70 personel dari sabhara, reskrim dan lantas.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Guna mengantisipasi masuknya pelaku teror, jajaran Kepolisian Resort(Polres) Gunungkidul menggelar razia di kawasan Rest Area Jalan Yogya-Wonosari, Sabtu(16/1/2016) malam.
Hasilnya, sebuah clurit, pisau dan senjata mainan diamankan petugas dari pengendara kendaraan.
Razia yang dimulai jelang tengah malam hingga Minggu (17/1/2016) dinihari tersebut melibatkan 70 personel dari sabhara, reskrim dan lantas.
Sasaranya untuk mencegah peredaran narkoba, senjata api, bahan peledak dan senjata tajam.
Seluruh kendaraan, baik roda dua, roda empat maupun kendaraan barang yang melintas langsung diperiksa oleh petugas.
Selain kelengkapan surat, petugas juga memeriksa seluruh bagian kendaraan untuk mengantisipasi masuknya pelaku tindak kejahatan.
Setelah hampir dua jam melakukan razia, petugas berhasil mengamankan sebuah pisau dari pengendara sepeda motor asal Magelang. Pisat tersebut disembunyikan pemiliknya di balik jok motor.
Tak lama kemudian petugas kembali menemukan clurit dari pengendara sepeda motor asal Wonosari serta senjata mainan.
Selain itu juga menyita delapan botol anggur dari pengendara. Seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh petugas dan pemiliknya dimintai keterangan.
Kepala Bagian Operasional Polres Gunungkidul, Kompol Edy Sugiharto mengatakan razia yang digelar ini merupakan tindak lanjut dari aksi teror yang terjadi di Jakarta.
Untuk meminimalisir masuknya para pelaku kejahatan ke wilayah hukum Gunungkidul, pihaknya meningkatkan pengamanan, salah satunya dengan menggelar razia.
“Kita mengantisipasi masuknya pelaku kejahatan, razia ini sifatnya antisipatif saja untuk menjamin keamanan,”katanya, Minggu (17/1/2016).
Edy menambahkan, untuk mencegah masuknya pelaku kejahatan maupun pelaku teror, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungannya.
Jika menemukan adanya gerak-gerik mencurigakan, sebaiknya langsung dilaporkan kepada pemerintah desa setempat atau kepolisian. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sajam_1403.jpg)