Pasar Sentolo Belum Layak Jadi Percontohan
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori, menilai hasil pembangunan Pasar Sentolo baru belum layak sebagai pasar percontohan.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori, menilai hasil pembangunan Pasar Sentolo baru belum layak sebagai pasar percontohan.
Berdasarkan hasil pantauannya, desain bangunan pasar tersebut masih harus diperbaiki karena kurang representatif, baik bagi kenyamanan pedagang maupun pembeli.
Masalah utamanya, sesuai temuan komisi II, drainase atau saluran air di sekitar pasar itu masih bermasalah ketika hujan turun.
Dampak dari ketidaksinkronan drainase di antara bangunan tersebut membuat air tetap menggenang.
"Jadi masih perlu dikaji ulang. Terutama drainase perlu diperbaiki termasuk parit di sekitar kios pasar," katanya, Rabu (13/1/2016).
Pantauan DPRD ke Pasar Sentolo Baru tersebut dilakukan pada Selasa pagi.
Anggota dewan yang turut serta secara langsung mendapat masukan dan keluhan dari pedagang mengenai kondisi pasar yang baru itu. Salah satu permasalahannya, terungkap soal drainase yang belum sempurna.
Muhtarom pun menyatakan sistem drainase tersebut harus diperbaiki.
Jika tidak, menurutnya, dikhawatirkan kondisinya akan menjadi lebih parah dan mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli.
Selain masalah drainase, pasar tersebut saat ini terbilang masih sepi.
Hal itu menjadi sorotan dewan karena banyak pedagang yang sejauh ini belum pindah dari pasar lama ke pasar baru tersebut.
"Dengan masalah ini pemkab harus lebih tegas. Kami akan segera panggil dinas terkait," katanya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/senotolo_dkjgfdh_20160113_210704.jpg)