Empat Orang yang Hilang di Yogya Disebut Pernah Terkait dengan Gafatar
Akhir tahun kemarin terdapat enam kasus orang hilang. Dua diantaranya telah ditemukan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Laporan orang hilang terus bermunculan di wilayah Yogyakarta.
Berdasarkan data laporan kepolisian, akhir tahun kemarin terdapat enam kasus orang hilang. Dua diantaranya telah ditemukan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi, mengatakan pihaknya telah menemukan dua orang yang dilaporkan hilang, yakni Anzi Nadila, mahasiswi perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, dan Veronika warga jetis Bantul yang hilang bersama anaknya.
"Dua orang itu pergi dari rumah karena masalah keluarga, sudah ditemukan dan dikembalikan ke pihak keluarga," terang Hudit, senin (11/1/2016).
Sementara empat orang lain yang hilang adalah dokter Rica Tri Handayani (28) yang datang dari Lampung ke Yogyakarta, Diah Ayu Yulianingsi (28) warga Ngemplak, Ahmad Kevin Aprilio (16) warga Mlati Sleman, serta Kukuh Pambudi.
Dijelaskan oleh Direskrimum, keempatnya secara kebetulan memang pernah terkait dengan kelompok atau organisasi Gafatar.
"Dari informasi yang kita dapat, orang yang dibawa lari ini pernah mengenyam organisasi ini, Kevin pernah sekolah di gafatar, Diah Ayu dan salah satu warga Sukoharjo Solo yang juga bernama Diah Ayu juga pernah berkaitan dengan organisasi ini. Sewaktu dokter rica menempuh pendidikan juga sempat masuk organisasi ini. Sementara Kukuh Pambudi sendiri adalah wakil ketua Gafatar Sleman," jelasnya.
Kendati saling berkaitan, Hudit menegaskan bahwa bisa saja masyarakat mengaitkan hal tersebut, akan tetapi bagi kepolisian yang ditekankan adalah aspek legalitas penegakan hukum.
"Kami belum mendapatkan suatu hubungan antara hilangnya orang-orang tersebut dan peran dari organisasi itu," jelasnya.(*)