Rumah Durian Karangnongko Milik Sunarni Banyak Diserbu Pelanggan
Selain berasal dari kebun sendiri, buah duriannya itu juga berasal tanaman tetangga kanan kiri yang dibelinya.
Penulis: pdg | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bagi penggemar durian, silakan mampir di Rumah Durian di Dusun Bagor RT/RW : 21/11, Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko-Klaten.
Berjarak lebih kurang 21 kilometer dari pusat Kota Klaten, perjalanan ditempuh sekitar 40 menit dengan kendaraan bermotor.
Rumah Durian milik pasangan suami istri Sunarni (60) dan Sutarjo (60), layaknya rumah pada umumnya. Hanya saja, di kanan kirinya terhampar lahan luas yang ditumbuhi banyak pohon durian.
Menginjakan kaki di rumah tersebut, aroma khas durian langsung menyeruak buah berduri tersebut. Sunarni sang empunya langsung sigap melayani dan memilah-milih durian sesuai selera pelanggan.
"Disini tersedia durian montong lokal, durian mentega, dan lainnya, rerata jenisnya lokal sini saja," ujarnya, Kamis (24/12/2015).
Ia mengatakan, selain berasal dari kebun sendiri, buah duriannya itu juga berasal tanaman tetangga kanan kiri yang dibelinya. Begitu matang di pohon, Sunarni kemudian mengambilnya dan mengumpulkan di depan rumahnya.

Sunarni (60) menunjukkan salah satu durian yang dijual di rumahnya yang berada di Dusun Bagor RT/RW : 21/11, Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Klaten. (tribunjogja/padhangpranoto)
Sunarni mengatakan, awalnya ia berdagang durian di depan lapas II B Klaten. Lalu setelah gempa di tahun 2007 ia banting setir menjajakan duriannya di depan rumahnya, atas saran seorang kenalan.
Ternyata hal itu berbuah manis, hingga kini rumahnya selalu ramai setiap musim durian tiba. Setiap hari paling tidak ia menjual 300 buah durian. Adapun setiap durian dijualnya dengan harga bervariasi antara Rp 10 ribu, hingga Rp 75 ribu.
"Disini harganya lebih miring karena tidak uang bensin. Kalau diluaran dijual Rp 100 disini dikurangi Rp 30 ribu," katanya.
Adapun, Sunarni memiliki 100 pohon durian disekitar rumahnya. Pada musim buah durian seperti ini, banyak pelanggannya yang mendatangi kediamannya.
Bukan hanya dari Klaten, melainkan juga dari Solo, Boyolali, Yogyakarta dan sekitarnya.
Pada saat tidak musim durian, Sunarni mengatakan menjual berbagai buah-buahan, termasuk petai. "Kalau sehari-hari saya jualan petai," tutup dia. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/durian-karangnongko_20151224_152950.jpg)