Potret Pemukiman Kumuh, Waria dan PSK dalam Bingkai Opera Kecoa

Opera Kecoa ini dimainkan oleh sebanyak 60 pemeran dan membutuhkan waktu 3 bulan untuk mempersiapkan segalanya menjelang pementasan.

Tayang:
Penulis: abm | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Septiandri Mandariana
Beberapa adegan dalam Opera Kecoa yang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (16/12/2015) malam kemarin. 

"Untuk Opera Kecoa yang ditampilkan sekarang tidak ada adegan ketika waria demo. Jadi ditunjukan mengenai kisah cinta dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton sama.

Bagaimana pun waria, PSK dan lainnya adalah manusia," ungkap Puntung kepada Tribun Jogja, Rabu (16/12/2015) malam kemarin.

Opera Kecoa ini dimainkan oleh sebanyak 60 pemeran dan membutuhkan waktu 3 bulan untuk mempersiapkan segalanya menjelang pementasan.

Ia tidak menyangka, Opera Kecoa mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari masyarakat di 3 tempat sebelumnya.

Sampai-sampai tempat pementasan tidak bisa menampung penonton yang hadir untuk menyaksikan pementasan dengan durasi 2 jam itu.

"Kami mementaskan lagi Opera Kecoa ini bukan untuk apa-apa, namun ingin lebih memperlihatkan permasalahan kemanusiaan yang ada di sekitar kita," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved