Pameran Seni di Tengah Citra Keilmuan UGM
Tak banyak pengunjung yang datang setelah pameran dibuka pada Sabtu (12/12/2015) lalu. Hal ini diakui oleh salah satu pantia, Gunawan Bonaventura.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terlihat beberapa pengunjung pameran seni rupa Gamaart melihat-lihat hasil perupa Yogyakarta yang dipamerkan di PKKH UGM, Selasa (15/12/2015).
Seorang pengunjung yang sedang mengamati satu lukisan berjudul Kuguncang Dunia karya Udin Kuru, tak datang sendiri, ia juga mengajak serta dua anak yang baru pulang dari sekolah.
"Iya ini anak-anak saya ajak berkeliling melihat lukisan supaya tahu karya seni. Ini bukan pertama kalinya, mereka sendiri sudah sering bermain ke tempat pameran," ungkap pria bernama Kik Wahyu Peshang tersebut.
Tak banyak pengunjung yang datang setelah pameran dibuka pada Sabtu (12/12/2015) lalu. Hal ini diakui oleh salah satu pantia, Gunawan Bonaventura.
"Mungkin karena pameran ini adalah pertama kalinya UGM memasukan unsur seni budaya dalam dies natalis, jadi masih baru. Orang-orang belum terbiasa. Letak pameran yang berada di dalam kampus juga mempengaruhi pengunjung yang datang," tuturnya.
Gunawan mengimbuhkan, walaupun masih belum terlihat antusias yang besar dari para pengunjung, ia sangat mengapresiasi UGM yang berani menggelar kegiatan semacam ini.
"Kampus UGM kental dengan keilmuan, dan kali ini menggandeng para perupa di Yogya untuk terlibat di sini. Tentu nantinya saya berharap baik bidang keilmuan maupun seni dapat bersinergi dan mampu memperkuat identitas Yogya sebagai kota pendidikan dna budaya," ucapnya kepada Tribun Jogja. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-seni_20151215_132350.jpg)