Merintis Jalan Menjadi Arsitek
Dara kelahiran, Batumarta, Sumatera Selatan, 29 Oktober 1990, ini sejak kecil memang menyenangi dunia menggambar.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjadi seorang arsitek yang handal bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan upaya dan perjuangan, dan tentu semangat pantang menyerah.
Hal itu yang selalu dilakukan oleh Amalia Wahyu Octaviani saat merintis jalannya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi arsitek.
Dara kelahiran, Batumarta, Sumatera Selatan, 29 Oktober 1990, ini sejak kecil memang menyenangi dunia menggambar. Ia pun bercerita pengalaman-pengalaman lucu yang berkaitan dengan menggambar yang ia alami sewaktu kecil.
"Pas kecil pernah minta beliin TV baru terus gak berani bilang, akhirnya gambar kotak ada antena terus ditempel di lemari baju, berharap orangtua tau maksud saya," kenangnya.
Bermula hanya dari hobi, Amalia memutuskan untuk menekuni dunia menggambar. Arsitek menjadi cita-citanya yang sejak dulu ingin diwujudkannya.
Amalia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia
Selepas lulus kuliah, Amalia pun kemudian bekerja menjadi seorang konsultan arsitek dua tahun lamanya. Di sela kesibukannya, ia pun menggarap beberapa pekerjaan paruh waktu.
Berkat keahliannya, ia pun berhasil menjadi Tenaga Pendamping Ahli Pratama di Dinas Kebudayaan DIY. Ke depan, ia berencana berkuliah lagi yang berkonsentrasi pada Heritage ataupun building conservation. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/amalia-wahyu-octaviani_20151213_180921.jpg)