Cuaca Ekstrim Ganggu Layanan PDAM Sleman

Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir berupa hujan lebat dan petir berdampak pada layanan yang disediakan oleh PDAM Sleman.

Penulis: ang | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir berupa hujan lebat dan petir berdampak pada layanan yang disediakan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Sleman.

Di beberapa titik jaringan terjadi gangguan distribusi air bersih.

Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwanta mengatakan gangguan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya meledaknya travo listrik milik PLN yang diakibatkan sambaran petir.

Kondisi ini membuat pompa distribusi milik PDAM yang memanfaatkan tenaga listrik, berhenti beroperasi untuk beberapa saat.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas gangguan ini. Namun setiap kali ada gangguan, kami upayakan secepatnya dapat segera diatasi,” ungkapnya, Minggu (13/12/2015).

Setidaknya akibat pompa yang tidak beroperasi itu, terdapat tiga wilayah kecamatan yang terdampak, Sleman, Turi, dan Ngemplak. Sebagai solusi, PDAM menggunakan pembangkit listrik protabel untuk mengoperasikan kembali pompa air.

“Meski demikian, memerlukan beberapa waktu karena air yang berada di dalam pipa utama sudah turun dan membuat udara terjebak di dalamnya. Namun setelah udara berhasil dipompa, suplai kembali normal,” paparnya.

Selain gangguan jaringan listrik, pada saat cuaca ekstrim pihaknya sering menerima aduan masyarakat yang mengeluhkan air yang didistribusikan kotor. Bahkan di beberapa titik, debit airnya tidak stabil dan berwarna kecoklatan.

“Hal ini diakibatkan adanya lumpur yang tersedot dan terbawa dalam pipa jaringan. Kondisi ini seringkali terjadi saat musim hujan. Memang di satu sisi hujan menambah debit di sumber air, namun juga menyebabkan air pada sumber keruh,” ujarnya.

Guna mengatasi masalah tersebut, Dwi mengatakan akan mengalihkan distribusi air melalui sumber lainnya yang relatif lebih bersih.

Sejauh ini, PDAM Sleman selama ini mengandalkan 32 titik sumber air yang terdiri atas 2 mata air, 1 air permukaan, 10 sumur dalam dan 19 sumur dangkal.

“Selain itu, solusi tercepatnya kami gunakan droping air di tangki-tangki distribusi. Sehingga air yang sampai ke pelanggan kembali bersih,” kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved