May Star Restaurant Incar Konsumen Menengah ke Atas

Restoran yang menawarkan berbagai menu masakan Tiongkok ala Kanton ini mengincar kalangan menengah ke atas.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Rento Ari Nugroho
Usher menyambut pengunjung di May Star Restaurant di lantai 3 Jogja City Mall, Kamis (10/12/2015). Jaringan restoran masakan Cantonese May Star membuka cabangnya yang ke-9 di Yogyakarta dan menargetkan segmen dari kalangan menengah ke atas mulai awal Desember ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jaringan restoran masakan Cantonese, May Star resmi membuka cabangnya yang ke-9 di Yogyakarta.

Berlokasi di lantai 3 Jogja City Mall, restoran yang menawarkan berbagai menu masakan Tiongkok ala Kanton ini mengincar kalangan menengah ke atas.

Di tengah gejolak perekonomian, satu bisnis yang bertahan bahkan terus tumbuh adalah bisnis kuliner.

Satu jenis kuliner yang terus menunjukkan tajinya di tengah persaingan adalah chinese food yang memiliki segmen penggemar fanatik tersendiri.

Melihat hal tersebut, May Star Restaurant yang telah lama bermain di bisnis kuliner chinese food di sejumlah kota besar mulai merambah ke Yogyakarta.

Pada Kamis (10/12/2015), May Star resmi membuka cabang ke-9 nya di kota Gudeg. Sejumlah menu khas masakan Kanton menjadi andalannya.

Food and Beverage Manager May Star Restaurant, Stuart Tieng YH mengatakan, pihaknya membawa konsep masakan Tiongkok yang berbeda dengan yang sudah ada di Yogyakarta.

Di tengah ragam masakan Tiongkok yakni Anhui, Fujian, Hunan, Jiangsu, Shandong, Szechuan, dan Zhejiang, pihaknya membawa konsep masakan tiongkok berupa masakan ala Kanton atau Cantonese.

"Masakan ala Hong Kong ini sejatinya sudah cukup banyak dikenal di Indonesia misalnya Dim Sum. Namun kali ini kami membawa ragam yang lebih banyak dan lengkap, yang menurut kami belum ada di Yogya misalnya masakan kepala Hiu," katanya di May Star Yogya, Kamis (10/12/2015).

Dalam proses penyajian kepada konsumen, lanjut Stuart, pihaknya mengutamakan keaslian bahan dan teknik memasak.

Karena itu, selain menggunakan bahan impor, chef yang memasak pun merupakan ekspatriat.

"Banyak bahan dan bumbu yang untuk menjaga rasanya, harus kami impor misalnya tepung bahkan kecapnya sekalipun," imbuhnya.

Yang spesial dari restoran ini, ungkap Stuart, ada beberapa menu unik yang tidak ada di tempat lain misalnya bakpao isi telor asin, dan kepala ikan hiu.

Menu unggulan lain adalah barbeque spesial yakni bebek panggang yang bahannya asli didatangkan dari luar negeri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved