Realtime News

Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Yogya Meningkat

Tahun 2015, sebanyak 848,1 gr ganja dan 9,86 gr shabu. Narkoba dianggap sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi.

boozemagazine.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta meningkat. Menurut data ungkap kasus dari Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta, tahun 2014 terjadi 37 kasus, sementara tahun 2015 terjadi 48 kasus.

Barang bukti yang ditemukan paling banyak adalah ganja dan sabu. Tahun 2014, Sat Resnarkoba menemukan 5,94 kg ganja dan sabu sebanyak 476,86 gr.

Sementara tahun 2015, sebanyak 848,1 gr ganja dan 9,86 gr shabu. Narkoba dianggap sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi.

“Ganja dan shabu relatif murah. Bekal Rp 50.000 bisa dapat ganja. Rata-rata didapat dari luar Jogja, Bandung dan Jakarta,” terang AKP Sugeng Riyadi, Kasat Resnarkoba (Jumat, 27/11/2015).

Sugeng Riyadi menambahkan bahwa pihak Resnarkoba akan terus mengungkap kasus penyalahguna narkoba sembari melakukan penyuluhan.

Menurutnya, pengungkapan kasus harus dibarengi dengan penyuluhan.

“Kami akan bekerjasama dengan BNN dan pihak terkait untuk melakukan penyuluhan, baik melalui kecamatan maupun ke sekolah. Koordinasi juga penting, semua ini adalah upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba” kata Sugeng Riyadi.

Menurut data Resnarkoba, jumlah mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba juga menurun.

Pada tahun 2014, 36 orang, sementara tahun 2015 menurun menjadi 27 orang.

“Jogja kan kota pelajar, umumnya orang ke Jogja untuk belajar. Jika mahasiswa atau pelajar banyak yang terlibat kasus narkoba, tentunya predikat kota pelajar bisa tergeser, ” lanjut Sugeng.

Penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti teman sepergaulan dan keluarga. Kasat Reskrim menghimbau untuk berhati-hati dalam memilih teman. (tribunjogja.com/MG2)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved