Hanya Tiga Menit, Puting Beliung Terbangkan Atap

Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, baru terjadi sekali ini

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sedikitnya 124 rumah milik warga Dusun Kacetan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik rusak tersapu angin puting beliung. Hingga Sabtu (21/11/2015) pagi ini, ratusan warga berusaha untuk memperbaiki atap genteng dan asbes yang rusak tersapu angin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, baru terjadi sekali ini.

Namun, hanya dalam hitungan sekitar tiga menit, atap dari genting, seng maupun asbes berhamburan.

Bersamaan itu, baru turun hujan dan listrik padam. Praktis, warga hanya bisa pasrah karena suasana di lereng Gunung Sumbing tersebut gelap.

“Saya lagi di luar rumah, tiba-tiba mendengar suara gemuruh. Saya langsung masuk rumah karena cucu ada di dalam sendiri,” kata Darmo (80), Sabtu (21/11/2015).

Dia mengaku sejak kecil hingga sekarang tinggal di kampungnya, baru sekali lisus memporak-porakdakan kampung halamannya.

Sebanyak 124 rumah mengalami kerusakan, hanya masjid dan rumah tetangganya yang atapnya tidak terbawa angin.

“Masjid di depan rumah saya yang atapnya tidak terbawa angin. Kami tidak mengungsi, mau mengungsi kemana, rumahnya pada rusak. Semalam tetap berada di rumah, meski tidak bisa tidur dan melekan saja,” katanya.

Pascakejadian itu, ratusan warga empat desa, SAR, Banser, Dalmas Polres Magelang dan warga setempat bergotong-royong memperbaiki atap rumah yang berhamburan disapu angin.

Kerugian akibat bencana tersebut, ditaksir mencapai ratusan juta.

Kepala Dusun Kacetan, Ngateman menjelaskan, kejadian puting beliung yang menimpa daerahnya ini baru pertama kalinya terjadi.

Sebelumnya, jikapun ada angin lisus ini, hanya menimpa daerah ladang warga setempat.

“Ini baru pertama kalinya terjadi dan menimpa rumah. Kalau data ada dua rumah yang ambruk, milik Pandi dan Sulasno, korban jiwa nihil,” ujarnya.

Kades Ngargosoko, Eko Bambang Purwanto menjelaskan, dari pendataan yang dilakukan sejak Jumat malam, jumlah rumah rusak akibat bencana ini mencapai 124 rumah. Rumah tersebut dihuni 490 jiwa warga Dusun Kacetan.

"Dari jumlah tersebut, 30 rumah rusak berat, 50 rusak sedang, dan 44 rusak ringan. Kerusakan hampir 95 persen dari total rumah di dusun ini. Hanya lima rumah yang masih bertahan," katanya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved