Ancaman Leptospirosis Meluas

Dinkes Sleman menghimbau masyarakat waspada terhadap penyakit musiman. Pasalnya ancaman sejumlah penyakit cenderung meluas.

Penulis: ang | Editor: oda
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menghimbau masyarakat waspada terhadap penyakit musiman. Pasalnya ancaman sejumlah penyakit cenderung meluas di bandingkan musim sebelumnya.

Di antara penyakit yang ancamannya meluas adalah leptospirosis atau penyakit yang diakibatkan bakteri Leptospira sp.

Di Sleman, penyakit ini biasanya tersebar di wilayah pertanian seperti Minggir, Moyudan, Seyegan, atau Kalasan lantaran ada kecenderungan penyakit ini ditularkan oleh tikus ke manusia.

Namun belakangan, dari pendataan Dinkes Sleman, penyakit ini mulai tersebar di wilayah urban seperti Depok, Ngaglik, dan Mlati. Saat ini total terdapat enam kasus leptospirosis di Sleman.

Kepala Dinkes Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan hal ini terjadi lantaran penyebaran populasi tikus di wilayah urban. Kondisi ini dimungkinkan karena padatnya pemukiman dan potensi penumpukan sampah yang tinggi.

“Kawasan padat penduduk cenderung banyak tumpukan sampah yang mengundang tikus. Kondisi ini yang memungkinkan penyebarannya,” ungkapnya saa ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/11/2015).

Menurutnya, saat ini masyarakat di wilayah pertanian justru lebih siap menghadapi penyebaran penyakit ini. Pasalnya masyarakat sudah terbiasa dan sangat mengenal penyakit ini.

“Biasanya disebarkan melalui urin tikus yang mencemari air yang tergenang. Bisa di sawah maupun tempat penampungan air,” paparnya.

Ia menjelaskan leptospirosis dapat menular melalui kulit yang terluka yang terkena air, tanah lembab atau tanaman yang sudah terkontaminasi bakteri Leptospira sp.

Terlebih saat musim hujan yang banyak menimbulkan genangan, sehingga perlu diwaspadai.

“Bisa saja disebabkan karena membasuh luka dengan air yang sudah tercemar atau menginjak genangan air tanpa alas kaki padahal sedang ada terluka,” katanya menjelaskan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved