Kickfest 2015 Kembali Ke Yogyakarta

Tahun 2015, Kickfest diselenggarakan, yaitu Malang, Bandung, dan Yogyakarta.

Penulis: abm | Editor: oda
tribunjogja/septiandrimandariana
Jumpa Pers Kickfest 2015 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kickfest pertama kali diselenggarakan pada 2006 lalu, dengan menawarkan konsep dengan meleburkan beberapa aspek dalam satu perhelatan besar, yaitu menyatukan aspek fashion, kuliner, musik, komunitas dan leisure.

Tahun 2015, Kickfest diselenggarakan, yaitu Malang, Bandung, dan Yogyakarta.

Pada tahun ini, Kickfest menggandeng sebuah produk provider telekomunikasi dalam penyelenggaraannya, dan berlangsung pada 13 hingga 15 November 2015 di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida.

Acara ini terakhir berlangsung di Yogyakarta pada tahun 2011, sehingga pada tahun ini merupakan awal dari kembalinya Kickfest ke Yogyakarta, setelah tiga tahun tidak bertandang ke daerah yang terkenal dengan gudegnya ini.

"Tiga tahun kemarin kami mencoba untuk menyambangi kota-kota lain. Dengan kembalinya kami ke Yogyakarta bisa memberi warna lain terhadap industri kreatif di Yogyakarta," ungkap Rachadian Nashidik, Director of Operation of Operation MCI Indonesia, perwakilan Kickfest 2015 kepada awak media dalam jumpa persnya, Rabu (11/11/2015) siang di Liquid Bar and Kitchen Yogyakarta.

Rachardian menuturkan, Kickfest ini merupakan sebuah ajang untuk memperkenalkan brand-brand lokal asli Indonesia kepada masyarakatnya sendiri.

Pihaknya dan seluruh brand yang terlibat dalam Kickfest 2015 ingin menunjukan bahwa produk-produk lokal asli Indonesia tidak kalah dengan produk atau brand yang diproduksi oleh produsen dari luar Indonesia.

"Di tahun-tahun sebelumnya, Kickfest berhasil membukukan perputaran transaksi hingga Rp 5 Miliar. Kami pun berharap tahun ini akan lebih dari tahun-tahun sebelumnya, agar produk asli Indonesia semakin banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat Indonesia," papar Rachardian.

Ia menuturkan, untuk peserta yang mengikuti perhelatan ini pun memiliki standarisasi yang telah ditentukan oleh pihaknya. Jadi tidak semua brand yang terdapat diberbagai wilayan di Indonesia bisa mengikuti ini.

Sedikitnya ada sekitar 50 brand yang telah lolos seleksi, yang memenuhi beberapa kriteria, di antaranya memiliki brand sendiri, bagian dari komunitas kick, memiliki standar bahan dan kualitas yang bagus, dan faktor harga yang terjangkau. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved